Foto Mengharukan Bayi Mungil Korban Pesawat Jatuh Rusia

Reporter : Syahid Latif
Senin, 2 November 2015 11:44
Foto Mengharukan Bayi Mungil Korban Pesawat Jatuh Rusia
Tangan mungil Darina Gromovo memegang jendela Bandara seharusnya jadi momen indah saat kembali ke kampung halamannya.

Dream - Foto seorang bayi 9 bulan memandang pesawat yang terparkir di landasan Bandara seharusnya menjadi kenangan indah. Namun foto tersebut kini tinggal menjadi kenangan.

Darina Gromovo (9 bulan) tertangkap lensa kamera tengah berdiri di depan jendela Bandara Mesir, Sabtu, 31 Oktober lalu. Tangan mungilnya menempel kaca dengan pemandangan pesawat di kejauhan.

Darina adalah satu dari 224 korban tewas jatuhnya pesawat Airbus A321 miliar Metrojet. Pesawat nahas itu, jatuh di kawasan pegunungan Gurun Sinai, Mesir.

Laman nydailynews.com, dikutip Dream, Senin, 2 November 2015, menyebutkan orang tua Darina, Aleksei Gromov dan istrinya Tatiana, juga ikut menjadi korban.

Total ada 17 anak-anak yang menjadi korban tewas pesawat tersebut. Termasuk Darina.

Usai foto Darina menyedot perhatian publik usai tragedi tersebut, foto seorang penumpang Lurii Shein (38) yang menggendong anaknya Anastasia (3) di tangga pesawat Metrojet juga muncul.

Foto itu diposting di akun sosial media Rusia dengan pemilik Olga Sherina, yang diyakini ibu dari anak tersebut.

" Hi Peter (St Peterburg), seamat tinggal Mesir," tulis postingan tersebut mengutip Marshable. " Kami akan pulang."

Sejumlah teman dan kerabat korban masih bertahan di sebuah hotel di dekat bandata Pulkovo, St Petersburg.

Yulia Zaitseva, tampak terlihat untuk mengenang kehilangan teman yang baru saja menikah, Elena Rodina dan Alexander Krotov.

Rodina memang ngotot ini berwisata ke Mesir meski Zaitseva berusaha melarangnya. " Mengapa kamu begitu ngotot ingin pergi ke Mesir?" ujarya kala itu.

" Kami telah berteman selama 20 tahun. Dia teman yang baik dan mau memberikan apapun untuk orang lain. Kehilangan teman sebaik dia serasa tangan Anda dipotong." (Ism) 

 

1 dari 4 halaman

Rekaman Pilot Sebelum Jatuh: Waduh, Salah Menarik Tuas Mesin!

Dream - Pada 4 Februari lalu, sebuah pesawat milik maskapai Taiwan TransAsia Airways dengan nomor penerbangan GE235 mengalami kecelakaan tak lama setelah lepas landas di Bandara Songshan, Taipei. Video insiden tersebut viral di lini masa.

Dalam kecelakaan tersebut, 43 penumpang dan 5 kru tewas, sementara 15 lainnya selamat.

Setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan, diketahui bahwa penyebabnya adalah karena pilot melakukan kesalahan fatal.

Dia mematikan satu-satunya mesin yang masih berfungsi setelah mesin lainnya mati.

Menurut laporan penyidikan yang dirilis pada Kamis kemarin oleh Badan Keselamatan Penerbangan Taiwan menyebutkan beberapa detik sebelum kecelakaan, pilot mengatakan 'Waduh, salah menarik tuas mesin'. Kata-kata pilot itu terekam oleh black box.

Akibatnya, satu-satunya mesin yang hidup tersebut mati padahal mesin yang lainnya sudah tidak menyala sebelumnya, kata penyelidik.

Kru pilot sempat berusaha menyalakan kembali namun sudah terlambat, karena pesawat sudah menukik ke bawah.

Akhirnya, pesawat jenis ATR 72-600 itu menghantam jalan raya sebelum terjun ke Sungai Keeling.

Dalam rekaman black box ditemukan mesin pesawat sebelah kanan terbakar dan mati dua menit setelah lepas landas. Sementara mesin sebelah kiri dimatikan kru secara manual tanpa alasan yang jelas.

Laporan Kamis itu mengkonfirmasikan bahwa satu mesin tidak menyala dan kru pilot kemudian menarik tuas yang ternyata malah mematikan mesin lainnya. Inilah yang menyebabkan pesawat kehilangan daya dan jatuh.

Draft laporan akan selesai pada November 2015. Sementara laporan final diperkirakan akan selesai pada bulan April 2016.

(Sumber: Emirates 24/7)

2 dari 4 halaman

Menegangkan, Pesawat Tersambar Petir Saat Terbang

Dream - Peristiwa menegangkan terjadi dalam penerbangan pesawat Korean Air dari Singapura menuju Seoul. Sayap pesawat Boeing 777 itu tersambar petir. Kejadian tersebut tertangkap kamera penumpang yang duduk di dekat jendela.

Dikutip Dream dari Mirror.co.uk, Sabtu 27 Juni 2015, pesawat tersebut memang terbang di dekat badai halilintar. Dan peristiwa yang diabadikan oleh penumpang bernama Myagmarsuren Ricci itu benar-benar memacu jantung.

Dari foto yang diunggah oleh sejumlah media, kilatan cahaya terang terlihat di sayap kiri pesawat. Tepat di ujung. Bunga api pun terbentuk. Sungguh mengejutkan.

Meski demikian, tidak tampak tanda-tanda kerusakan pada pesawat tersebut. Pesawat tersebut tba dengan selamat di Korea Selatan tujuh menit lebih cepat dari jadwal sebelumnya.

Bagaimana bisa pesawat itu tidak terganggu setelah tersambar halilintar? Soal ini, Juru Bicara British Airline Pilots Association (BALPA), Kapten Steven Draper, mengatakan: " Sambaran petir tidak memengaruhi penerbangan pesawat, meskipun ketika terbang di dekat badai petir, pilot mungkin menerapkan prosedur khusus."

" Pilot menggunakan radar cuaca untuk menghindari terburuk badai," tambah Draper. Dia menambahkan kebanyakan kilatan petir tidak menimbulkan kerusakan terhadap pesawat. 

3 dari 4 halaman

Menegangkan! Bingkai Jendela Copot Jelang Pesawat Mendarat

Dream - Usai kejadian jendela pesawat retak saat penerbangan, kini kasus hampir serupa terjadi. Seorang penumpang secara tiba-tiba kejatuhan bingkai jendela.

Laurence Gibson, seorang penumpang penerbangan dari maskapai Ryanair harus mengalami peristiwa menegangkan tersebut.

" Ini momen paling mengerikan sepanjang hidup saya," kata Gibson seperti dikutip Dream dari laman Metro.co.uk, Minggu, 2 Agustus 2015.

Kejadian mengerikan ini terjadi saat pria yang bekerja sebagai asisten pengajar ini kembali dari liburan panjang di Gdansk, Polandia. Gibson terbang bersama rekannya yang juga terkejut dengan insiden tersebut.

Selama penerbangan Gibson tak menggubris insiden tersebut. Namun ketegangan melanda Gibson saat pesawat akan mendarat di Bandara Stansted, London.

" Mendarat adalah bagian terburuk bagi saya. Saya bahkan mencengkeram lengan teman saya," ujarnya.

" Seketika saya benar-benar histeris dengan kejadian ini," ujarnya.

Terkait kejadian tersebut, manajemen Ryanair memastikan telah mengetahui insiden lepasnya bingkai jendela pesawat. Bingkai ini memang dibuat untuk melindungi jendela dari goresan.

" Kami telah menanyakan pada operator yang menyewa pesawat dan memastikan kejadian ini takka terulang," ujar keterangan Ryanair.

4 dari 4 halaman

Tanda Inilah yang Mengungkap Misteri Pesawat MH370

Dream - Para penyelidik memastikan flaperon atau bagian sayap yang ditemukan di Pulau Reunion merupakan bagian dari pesawat Malaysia Airlines MH370 yang raib 8 April 2014. Kepastian itu didasarkan pada segel perawatan pada flaperon itu sama dengan catatan yang dimiliki Malaysia Airlines (MAS).

“ Kesimpulan ini diambil karena detail teknis pada flaperon cocok dengan catatan MAS,” kata Menteri Transportasi Malaysia, Datuk Seri Liow Tiong Lai, sebagaimana dikutip Dream dari The Star, Kamis 6 Agustus 2015.

Menurut Liow, penyelidik Malaysia yang dikirim ke Prancis, yang terdiri dari Departemen Penerbangan Sipil dan Malaysia Airlines, sepakat dengan kesimpulan tersebut. Para penyelidik juga mengenali warna flaperon.

Menurut Liow, Malaysia menghormati keputusan Prancis untuk melanjutkan proses verifikasi. Sebab, lokasi penemuan merupakan wilayah Prancis.

Liow menambahkan, puing-puing pesawat yang juga diduga kuat sebagai bagian dari MH370 telah ditemukan. Saat ini masih dalam proses penelitian apakah itu benar-benar berasal dari MH370 atau bukan.

Dengan temuan ini, kata dia, Malaysia menyerahkan kepada para ahli untuk memberikan masukan apakah area pencarian pesawat MH370 perlu direvisi atau tidak. Keputusan akan dibuat dalam pertemuan tingkat menteri antara Australia, Malaysia, dan China.

Pesawat Malaysia Airlines MH370 raib saat membawa 239 orang dari Kuala Lumpur, Malaysia, menuju Beijing, China. Sejak itu, operasi pencarian dilakukan secara besar-besaran dengan melibatkan banyak negara. 

Beri Komentar