Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tak Capai Target Penjualan, Karyawan Dihukum Dengan Cara Ekstrem. (Foto: Shin Min Daily News)
Dream - Sebuah toko ritel fesyen Singapura yang dikenal sebagai Southhaven dituduh menghukum karyawan mereka dengan tindakan yang cukup ekstrem.
Seorang mantan karyawan bernama Lin mengaku harus melakukan 200 hingga 300 squat setelah gagal memenuhi target penjualan untuk Tahun Baru Imlek baru-baru ini.
Kepada Shin Min Daily News, mantan karyawan lain bernama Liu juga mengaku dipaksa melakukan squat antara Mei hingga September 2019.
Selain gagal mencapai target penjualan, hukuman juga diberikan kepada karyawan yang ketahuan memiliki kelebihan berat badan yang telah ditentukan.
Mereka juga tidak akan mendapat jatah makan malam jika memiliki berat badan yang tidak sesuai dengan aturan perusahaan.
Lebih parah lagi, para karyawan yang semuanya wanita berusia antara 20-27 tahun dipaksa untuk menimbang badan mereka sendiri. Mereka kemudian harus mengunggahnya ke dalam grup chat yang dikenal sebagai 'Fat Club'.
Jika berat badan mereka bertambah, mereka akan dipaksa untuk membayar denda atau bekerja di gudang perusahaan, bukan di toko.
Beberapa tuduhan lain juga muncul di Facebook. Mereka akan dihukum jika memakai parfum atau lipstik yang terlalu sedikit.
Mereka juga harus bekerja selama lebih dari 12 jam sehari dengan hanya 10-20 menit sebagai waktu istirahat untuk makan.
Jika karyawan mengambil shift ekstra atau bekerja lembur, mereka tidak akan diberi kompensasi.
Seorang karyawan asal Malaysia berusia 20 tahun mengatakan dia hanya mampu bertahan selama enam bulan.
" Saya selalu khawatir akan didenda. Saya harus memenuhi target penjualan setiap minggu. Jika tidak, semua karyawan akan dipaksa melakukan 200 squat. Saya sering putus asa dan menangis," katanya.
Namun, seorang jurubicara Southhaven membantah semua tuduhan tersebut. Menurutnya, semua hukuman tersebut adalah inisiatif yang dibuat oleh para karyawan sendiri.
" Semua hal di atas tidak wajib dan jika karyawan tidak berpartisipasi, itu tidak akan memengaruhi kinerja mereka," katanya.
Saat menjawab pertanyaan tentang denda berupa 300 squat, dia menyatakan bahwa itu dirancang sendiri oleh karyawan jika gagal mencapai target.
Sementara untuk grup chat, dia mengatakan itu dibuat untuk memotivasi pekerja agar menjaga kesehatan dan mempraktikkan kehidupan sehat.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya