Kaleng Minyak Goreng Jadi Pilar Gedung, Developer Diusut

Reporter : Puri Yuanita
Kamis, 11 Februari 2016 17:02
Kaleng Minyak Goreng Jadi Pilar Gedung, Developer Diusut
Foto tentang kaleng cat dan minyak goreng yang tertanam dalam pilar itu tersebar secara online.

Dream - Di tengah kesedihan akibat gempa 6,4 SR yang melanda Taiwan selatan Sabtu pagi, muncul kritik terhadap kualitas bangunan yang roboh dalam peristiwa itu.

Kala mencari korban di reruntuhan, tim pencarian dan penyelamatan mendapati kaleng cat dan minyak goreng ditanam dalam pilar sebuah gedung apartemen berlantai 17 di Tainan.

Akibat dari cara membangun yang asal-asalan itu, banyak korban jatuh dilaporkan berasal dari gedung bernama Wei Guan Golden Dragon itu.

Gedung yang terletak di distrik Yongkang itu terdiri 200 unit apartemen dan menjadi salah satu dari 10 bangunan yang runtuh karena gempa.

Gempa Taiwan terjadi pada hari Sabtu pagi lalu dan menewaskan sedikitnya 37 orang dan melukai ratusan lainnya.

Diyakini bahwa 113 dari 256 warga yang ada di gedung itu terperangkap dalam reruntuhan. Sementara upaya pencarian dan penyelamatan terus dilakukan.

Setelah foto tentang kaleng cat dan minyak goreng yang tertanam dalam pilar itu tersebar secara online, Menteri Dalam Negeri Chen Wei-zen mengumumkan perintah penyelidikan terhadap developer Wei Guan.

Namun insinyur dengan nama Tai Yun Fa berpendapat, munculnya kaleng cat dan minyak goreng di pilar bangunan sebenarnya tidak terlalu menimbulkan masalah struktural.

Menurut Tai, ketika pada masa pembangunan Wei Guan di awal 90-an, kaleng minyak biasa digunakan untuk memperbesar pilar tanpa secara signifikan menambah berat bangunan.

Namun, itu 'masuk akal' untuk menganggap bahwa kaleng itu dimaksudkan sebagai pendukung atau untuk mengganti beton bertulang yang sudah ada.

Rupanya, penggunaan kaleng cat dan minyak goreng di konstruksi bangunan ini tidak dilarang sampai September 1999, ketika gempa bumi menewaskan 921 jiwa hingga menyulut kontroversi yang sama. Sejak itulah, styrofoam dan bekisting kolom beton digunakan untuk membentuk dan memperbesar pilar bangunan.

Menurut Hsu Wun Long, kepala Badan Konstruksi & Perencanaan di Departemen Dalam Negeri, gedung Wei Guan selesai pada tahun 1994 dan dibangun oleh sebuah perusahaan yang sekarang sudah bangkrut. Sebelum gempa terjadi, bangunan itu tidak terdaftar sebagai struktur yang berbahaya.

Walikota Tainan Lai Ching Te menjanjikan penyelidikan ke-10 bangunan yang runtuh. Pada Senin pagi, jumlah korban tewas akibat gempa mencapai 37 jiwa, dengan 526 orang cedera.

Tim pencarian dan penyelamatan terus melakukan upaya pengangkatan korban dari reruntuhan. Para ahli percaya bahwa fenomena yang dikenal sebagai 'site effect' bertanggung jawab atas dampak gempa yang luas.

(Ism, Sumber: http://shanghaiist.com/)

Beri Komentar
Summer Style 2019