Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gegara Kipas Angin, Separuh Wajah Wanita Ini Kaku Dan Dinyatakan Terkena Bell's Palsy (Instagram @memodesos)
Dream - Seorang wanita bernama Syintya Monica mengaku terserang penyakit Bell's Palsy karena terlalu sering menghadapkan wajah ke arah kipas angin. Tiga pekan dari hasil diagnosa dokter, Sinthya masih berusaha untuk mengembalikan bentuk wajahnya menjadi normal.
Wanita berusia 21 tahun asal Balikpapan, Kalimantan Timur ini menceritakan bagaimana dia bisa terkena penyakit tersebut.
Berdasarkan keterangan dari Instagram @memomedsos, Syintia awalnya merasakan adanya perubahan pada sebagian wajahnya yang terasa kaku.
Syintia lantas memeriksa gejala yang dialaminya itu ke Puskesmas terdekat dan disarankan untuk berobat ke rumah sakit.
Setelah berobat ke rumah sakit, dokter memastikan Syintia terkena penyakit Bell's Palsy. Dari informasi informasi yang diterimanya, penyebab Bell's Palsy kemungkinan dikarenakan sering menghadapkan wajah ke kipas angin.

" Setelah diperiksa ternyata didiagnosa Bell's Palsy," tulisnya.
Syintia sempat kaget karena sebelumnya ia mengira terkena stroke, karena tak pernah mendengar penyakit Bell's Palsy.
Wajahnya kaku selama dua minggu yang dibarengi dengan dengung di telinga hingga sulitnya berkedip.
“ Muka lumpuh setengah, mata nggak bisa kedip setengah. Sulit makan, minum, bicara. Mulut serasa kering kadang telinga suka dengung,” tulis Syintia dalam video.

Gadis ini bertekad untuk sembuh dan mematuhi saran dari dokternya. Dia rutin melakukan fisioterapi dan mengompres wajah yang kaku dengan air hangat.
Hingga kini, perlahan wajahnya semakin membaik setelah menjalani perawatan selama 3 minggu.

“ Kangen muka normalku, semoga cepat sembuh,” tulisnya.
Melansir Alodokter, Bell's Palsy merupakan kelumpuhan pada salah satu sisi otot wajah. Penyakit ini terjadi secara tiba-tiba dan biasanya tidak bersifat permanen.
Bell’s palsy terjadi akibat peradangan pada saraf yang mengendalikan otot wajah. Kondisi ini diduga terkait dengan infeksi virus, infeksi telinga tengah, dan penyakit Lyme.
Tanda-tanda Bell’s Palsy terlihat dari adanya kelumpuhan pada salah satu sisi wajah. Keluhan tersebut dapat dilihat dari perubahan bentuk wajah sehingga penderita sulit tersenyum dengan simetris.
Selain itu, penderita juga dapat mengalami gejala lain, seperti mata berair dan mengiler.
Video ini menuai atensi banyak warganet yang menuliskan komentarnya.
" saya liat ini langsung matiin kipas angin d sebelah saya 😐."
" Sering2 makan permen karet buat therapi."
" Pernah mengalaminya 😢, stress ! Mengingat profesiku ngajar, kadang cermaah si majlis talim. Dlm fikiranku bagaimanaa nanti menerangakn materi? Bagaimana ceramah? Alhamdulillah setelah terafy cepat.lambat sembuh dan normal.kembali."
" Itu seberapa sering berapa jam gitu ? Jaraknya seberapa? Kipas nya di angka nomor berapa?."
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya