Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ikan Oarfish Dianggap Sebagai Petanda Munculnya Gempa (Sumber: Mirror)
Dream - Tiga ekor ikan terdampar di pantai Filipina. Bagi masyarakat awam, peristiwa penemuan ikan bernama oarfish itu barangkali dianggap biasa saja.
Tetapi, bagi masyarakat di Pulau Mindanao, kemunculan ikan-ikan itu dianggap sebagai petanda datangnya gempa bumi. Sebab ikan itu dianggap sangat sensitif terhadap gerakan tektonik.
Bagi orang-orang Jepang, oarfish disebut dengan julukan 'utusan dari Istana Dewa Laut' lantaran sebelum terjadi tsunami dahsyat pada tahun 2011 warga lokal di sana melihat beberapa ikan ini terdampar di pantai.
Pakar ekologi, Kiyoshi Wadatsumi, kepada Japan Times pada 2010 mengatakan, " ikan laut dalam yang tinggal dekat dasar laut lebih sensitif terhadap gerakan sesar aktif dibanding yang hidup di permukaan laut."
Menurut laporan laman Mirror, ikan aneh bernama oarfish ditemukan tewas di sepanjang pantai negara itu. Padahal ikan itu biasanya hidup di kedalaman antara 200 dan 1.000 meter di bawah permukaan laut.

Ketiga ekor oarfish telah terdampar di sepanjang pantai utara Pulau Mindanao, yang terletak di bagian selatan Filipina, sejak 8 Februari 2017.
Ikan berbentuk pipih seperti papan dayung itu dapat tumbuh hingga lebih dari 17 meter.
Penemuan terbaru terjadi pada Sabtu pekan lalu. Ketika itu, penduduk setempat melihat ikan itu di sebuah pantai di kota Cagayan de Oro.
Oarfish yang ditemukan di kota itu berukuran panjang sekitar 4,5 meter. Saat ditemukan ikan itu masih hidup, namun akhirnya mati.
Sebelumnya, dua ekor oarfish terdampar di pantai Provinsi Agusan Del Norte di Pulau Mindanao pada 8 Februari lalu. Penemuan tersebut terjadi dua hari sebelum gempa bumi berkekuatan 6,7 Skala Richter melanda pulau tersebut.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya