Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Non Halal Lift (Foto: Instagram @sitizkasim)
Dream - Belum lama ini, warga Malaysia dihebohkan dengan postingan di media sosial tentang tanda ‘non halal’ pada lift di salah satu hotel di Kuala Lumpur.
Unggahan tersebut datang dari aktivis sosial Malaysia, Siti Kassim. Dia mengunggah foto lift non halal pada Instagram pribadinya. Dia mempertanyakan alasan di balik tanda tersebut. Siti menuliskan tanda non halal yang diunggahnya berada di Hotel Four Points Kuala Lumpur.
" Jadi, seorang teman saya mengambil foto ini di Sheraton Four Points. Bisakah @fourpoints (pihak hotel) menjelaskan alasan di balik ini?" tulis Siti di akun Instagram @sitizkasim.
Lantas, unggahan ini menjadi ramai dan viral. Tak sedikit warganet yang heran dan mempertanyakan label non halal itu. Adapula yang mengatakan bahwa label tersebut digunakan untuk mengangkut produk non halal.
Menutip The Star, pihak hotel pun memberikan penjelasan alasan di baliknya. Bahwa hotel mereka harus memiliki lift 'halal' dan 'non halal' untuk pergerakan barang dan barang yang mudah rusak.
" Itu bagian dari persyaratan sertifikasi halal," tulis juru bicara hotel dalam unggahan Siti.
" Kami telah menulis ulang papan nama kami untuk pemahaman yang lebih jelas," lanjutnya.

Siti kembali memberikan pendapatnya atas jawaban dari pihak hotel, menurutnya pihak hotel seharusnya bertanya lebih lanjut mengenai aturan ini pada pada Departemen Pembangunan Islam Malaysia (Jakim).
" Kenapa lift-nya terpisah? Apakah untuk menghindari kontaminasi silang? Saya pikir ini tak bisa menjadi alasan. Kontaminasi silang bisa terjadi di mana saja," ujar Siti.
Menurut Siti, perusahaan tak bisa menerima semua peraturan begitu saja. Meskipun dia sendiri juga mengakui bahwa perusahaan memang harus mematuhi banyak aturan untuk mendapatkan sertifikasi halal.
Kejadian seperti ini juga pernah terjadi pada tahun 2013, di salah satu hotel di Petaling Jaya. Dalam hotel tersebut terpasang papan informasi lift yang bertuliskan.
" Lift ini hanya untuk mengangkut barang-barang halal. Untuk barang-barang non-halal, silakan gunakan tangga."
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya