Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Geger Makhluk Misterius Pengisap Darah di Sumut, Korban Bergelimpangan

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 23 Juni 2020 14:35
Geger Makhluk Misterius Pengisap Darah di Sumut, Korban Bergelimpangan
Warga geger, mereka melacak keberadaan makhlum itu. Namun hingga kini keberadaan makhluk misterius itu belum terungkap.

Dream - Warga di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, kini sedang resah dengan kematian ratusan ternak di kampung Pargompulan, Desa Pohan Tonga, Kecamatan Siborong. Sebab, ternak-ternak itu mati dengan karena diisap darahnya.

Ratusan ternak ayam, bebek, dan babi, milik warga bergelimpangan, mati misterius. Bangkai ternak yang mati itu utuh. Sehingga warga yakin ternak-ternak mereka dimangsa maklhuk misterius pengisap darah.

Kejadian aneh itu berlangsung sejak pekan lalu. Hingga saat ini belum ada yang tahu makhluk apa gerangan yang memangsa ternak warga tersebut.

" Sudah ratusan ternak yang mati. Ada ayam, bebek dan babi. Herannya, makhluk misterius itu hanya mengisap darah ternak hingga mati. Hingga saat ini kita masih berusaha mencari keberadaannya," ucap Kepala Desa Pohan Tonga, Welben Siahaan, dikutip dari Medanbisnisdaily, Selasa 23 Juni 2020.

Pemerintah desa telah menerjunkan tim yang dilengkapi dengan anjing pemburu untuk melacak pemangsa ternak-ternak itu. Namun setelah berhari-hari, mereka tetap saja tak bisa menemukan jejak pemangsa.

1 dari 2 halaman

Sementara itu, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara Wilayah IV Tarutung, Manigor Lumbantoruan, mengatakan bahwa pemangsa ternak-ternak itu tidak hanya beraksi pada malam hari saja. Pemangsa juga berulah pada siang bolong.

" Berdasarkan keterangan pemilik ternak yang dimangsa, binatang pemangsa ini tak hanya beraksi di malam hari saja, sebab sejumlah ternak ayam dan bebek juga dimangsa pada siang hari," kata Manigor, dikutip dari waspada.co.id.

Salah seorang pemilik ratusan ayam dan bebek yang dimangsa makhluk misterius itu, Saut Simanjuntak, mengatakan bahwa ternaknya mati bergelimpangan pada siang hari. Sehikat pukul satu siang hingga tiga sore.

" Jadi kesimpulan sementara, pemangsa ini bukan binatang malam yang hanya beraksi pada malam hari saja," tegas Manigor.

2 dari 2 halaman

BBKSDA Sumut telah menerjunkan dua tim untuk menyelidiki peristiwa itu. Masing-masing tim, kata Manigor, punya keahlian khusus menangani konflik hewan dengan manusia.

" Mudah-mudahan ada titik terang," harap Manigor, dikutip dari Medanbisnisdaily.

Tak hanya petugas BBKSDA, warga juga membantu melacak pemangsa ternak itu. Mereka mengandalkan anjing pemburu untuk melacak jejaknya.

Sebenarnya tim pemburu menemukan jejak menyerupai bekas kaki anjing berukuran besar. Selain itu ditemukan pula bekas cakaran yang masih segar di pepohonan di hutan sekitar.

Meski demikian, jejak si pemangsa ternak belum juga diketahui. " Soal jenis binatang atau apa, belum bisa kita pastikan," kata Evi, salah seorang tim pelacak BBKSDA.

Beri Komentar