Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gambar Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Warga di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, kini sedang resah dengan kematian ratusan ternak di kampung Pargompulan, Desa Pohan Tonga, Kecamatan Siborong. Sebab, ternak-ternak itu mati dengan karena diisap darahnya.
Ratusan ternak ayam, bebek, dan babi, milik warga bergelimpangan, mati misterius. Bangkai ternak yang mati itu utuh. Sehingga warga yakin ternak-ternak mereka dimangsa maklhuk misterius pengisap darah.
Kejadian aneh itu berlangsung sejak pekan lalu. Hingga saat ini belum ada yang tahu makhluk apa gerangan yang memangsa ternak warga tersebut.
" Sudah ratusan ternak yang mati. Ada ayam, bebek dan babi. Herannya, makhluk misterius itu hanya mengisap darah ternak hingga mati. Hingga saat ini kita masih berusaha mencari keberadaannya," ucap Kepala Desa Pohan Tonga, Welben Siahaan, dikutip dari Medanbisnisdaily, Selasa 23 Juni 2020.
Pemerintah desa telah menerjunkan tim yang dilengkapi dengan anjing pemburu untuk melacak pemangsa ternak-ternak itu. Namun setelah berhari-hari, mereka tetap saja tak bisa menemukan jejak pemangsa.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara Wilayah IV Tarutung, Manigor Lumbantoruan, mengatakan bahwa pemangsa ternak-ternak itu tidak hanya beraksi pada malam hari saja. Pemangsa juga berulah pada siang bolong.
" Berdasarkan keterangan pemilik ternak yang dimangsa, binatang pemangsa ini tak hanya beraksi di malam hari saja, sebab sejumlah ternak ayam dan bebek juga dimangsa pada siang hari," kata Manigor, dikutip dari waspada.co.id.
Salah seorang pemilik ratusan ayam dan bebek yang dimangsa makhluk misterius itu, Saut Simanjuntak, mengatakan bahwa ternaknya mati bergelimpangan pada siang hari. Sehikat pukul satu siang hingga tiga sore.
" Jadi kesimpulan sementara, pemangsa ini bukan binatang malam yang hanya beraksi pada malam hari saja," tegas Manigor.
BBKSDA Sumut telah menerjunkan dua tim untuk menyelidiki peristiwa itu. Masing-masing tim, kata Manigor, punya keahlian khusus menangani konflik hewan dengan manusia.
" Mudah-mudahan ada titik terang," harap Manigor, dikutip dari Medanbisnisdaily.
Tak hanya petugas BBKSDA, warga juga membantu melacak pemangsa ternak itu. Mereka mengandalkan anjing pemburu untuk melacak jejaknya.
Sebenarnya tim pemburu menemukan jejak menyerupai bekas kaki anjing berukuran besar. Selain itu ditemukan pula bekas cakaran yang masih segar di pepohonan di hutan sekitar.
Meski demikian, jejak si pemangsa ternak belum juga diketahui. " Soal jenis binatang atau apa, belum bisa kita pastikan," kata Evi, salah seorang tim pelacak BBKSDA.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya