Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Konferensi Pers Penanggulangan Gempa Bumi Di Maluku Utara (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi'an)
Dream - Gempa bermagnitudo 7,2 yang mengguncang wilayah Halmahera, Maluku Utara, Minggu 14 Juli 2019, menyebabkan dua orang meninggal dunia.
Dua korban itu adalah Aisyah (51 tahun), warga Desa Gane Luar, dan Halimah warga Desa Papaceda. Aisyah meninggal dunia akibat tertimbun reruntuhan rumahnya saat hendak melarikan diri.
" Kalau Ibu Halimah belum dapat informasi meninggal kenapa," kata Pelaksana Harian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Agus Wibowo, di Jakarta, Senin 15 Juli 2019.
Gempa yang terjadi pada pukul 16.10 WIB itu juga menyebabkan sejumlah orang terluka. Meski demikian, Agus mengaku belum mendapat informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Halmahera.
Dua ribu orang terpaksa mengungsi akibat gempa itu. BPBD Halmahera juga mencatat 58 bangunan rusak. " Kemungkinan data ini akan bertambah," ucap Agus.
BMGK memang tidak mengeluarkan peringatan potensi tsunami setelah gempa tersebut. Meski demikian, terjadi tsunami sepuluh sentimeter setelah gempa. " Ada tsunami kira-kira sepuluh sentimeter," ujar Agus.
Tsunami tersebut tidak menimbulkan kerusakan dan dampak yang berarti. Sebab, kekuatannya terhitung lemah. " Dari alat ukur itu sepuluh sentimeter," ucap dia.
Agus meminta masyarakat di wilayah Halmahera tetap tenang dan waspada dengan potensi gempa susulan.
Hingga pukul 07.00 WIB, tercatat sudah ada 65 kali gempa susulan yang mengguncang wilayah Halmahera. " Gempa susulan juga tinggi, ada di atas 5 (magnitudo)," ucap Agus.
Dream - Gempa dengan magnitudo 7,2 mengguncang wilayah Maluku. Gempa tersebut memuat warga panik dan berusaha mencari tempat yang aman.
Berdasarkan informasi Twitter Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), @infobmkg, gempa 7,2 magnitudo tersebut terjadi pada Sabtu, 14 Juli 2019 pukul 16.10.51 WIB. Pusat gempat berada di darat, 62 kilometer Timur Laut Labuha, Maluku Utara.
Kedalaman gempa yaitu 10 kilometer. BMKG menyebut gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
#Gempa Mag:7.2, 14/07/2019 16:10:51 (Pusat gempa di darat 62km TimurLaut Labuha), Kedlmn:10 Km Dirasakan (MMI) V Obi, III Labuha, II-III Manado, II-III Ambon, II Ternate, II Namlea, II Gorontalo, II Sorong, II Bolang Mongondow, #BMKG
— BMKG (@infoBMKG)July 14, 2019
Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencara, gempat terasa kuat di Kabupaten Halmahera Selatan. " Gempa dirasakan selama 2 hingga 5 detik dan masyarakat beramburan ke luar rumah," tulis BNPB.
BPBD masih melakukan koordinasi terkait dampak bencana gempa.
Laman BMKG juga menyebut, selang 18 menit, 16.28.40 WIB, gempa bermagnitudo 5,2 juga menyusul. Pusat gempa berubah posisi, menjadi 76 kilometer Tenggara Labuha, Maluku Utara.
#Gempa Mag:5.4, 14-Jul-19 17:26:59 WIB, Lok:0.60 LS,127.79 BT (32 km TimurLaut LABUHA-MALUT), Kedalaman:10 Km, tidak berpotensi tsunami #BMKG
— BMKG (@infoBMKG)July 14, 2019
Lima menit berselang, gempa berkekuatan 5,8 magnitudo kembali dirasakan. Pusat lokasi gempa berubah di 25 kilometer tenggara Labuha, Maluku Utara.
Gempa terus dirasakan hingga 21 menit berita ini dibuat. Kekuatan gempa terpantau mencapai 5,4 magnitudo.
Dari pantauan gambar yang didapat Liputan6.com, warga tampak panik dan keluar dari pusat perbelanjaan di pusat Kota Ternate. Berikut videonya.
Setelah terjadi gempa itu, sejumlah video beredar di media sosial. Pada video-video itu disebutkan bahwa ari laut sempat surut sesaat terjadinya gempa.
Meski demikian, warga diimbau tetap tenang. Sebab, BMKG menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya