Guru Cantik Ini Cuci Seragam Kumal Muridnya

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 15 Juli 2019 15:00
Guru Cantik Ini Cuci Seragam Kumal Muridnya
Guru tersebut sering menegur si murid, namun tidak terjadi perubahan.

Dream -Farrah Norashikin. Guru cantik ini tengah menjadi pusat perhatian netizen Malaysia. Bukan karena paras yang ayu, tapi aksi mencuci seragam muridnya yang terlihat lusuh.

Guru sekolah pertama (setaraf Sekolah Dasar) di Kota Setar, Kedah, ini mengunggah kisahnya di Facebook dan menjadi viral. Guru berusia 37 tahun itu mengaku sudah terlalu sering menegur seorang murid karena memakai seragam kumal ke sekolah.

" Saya sudah lama menegur. Tapi saya rasa baju itu tetap seperti tidak dicuci karena tempat yang kotor masih sama di bagian dada dan perut," kata Farrah, dikutip dari mstar.com.my, Senin 15 Juli 2019.

Farrah menduga seragam itu bukan hanya sepekan tidak dicuci. Melainkan sudah berpekan-pekan lamanya. " Setiap saya tanya dia jawab ibunya sudah mencucinya, tetapi cara dia menjawab seperti ada yang ditutup-tutupi," kata Farrah.

1 dari 6 halaman

Tidak Untuk Menyudutkan Siapapun

Tanpa pikir panjang, Farrah membawa pulang baju murid tersebut dan mencucinya di rumah. Harapannya, orangtua si murid menyadari tindakan yang dilakukan Farrah.

" Saya cuci karena saya kasihan lihat dia. Saya lihat dia memakai seragam seperti itu saja bikin saya pusing," kata dia.

 Baju kumal

Farrah pun heran dengan orangtua yang membiarkan anaknya memakai seragam kumal. Dia rendam seragam itu selama dua hari sebelum dicuci.

" Saya rendam dan kucek-kucek sampai keluar daki. Lalu saya berikan ke anak itu dalam keadaan sudah disetrika," terang Farrah.

Dia pun mengatakan tidak ada niatan untuk menyudutkan siapapun. " Biarlah ibu dia tahu sendiri," terang dia.

 

2 dari 6 halaman

Sempat Ditentang Guru Lain dan Teman Dekat

Farrah mencuci baju seragam itu bukan untuk mempermalukan orangtua si murid, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab seorang guru.

" Saya juga ingin masalah ini dijadikan pembelajaran bagi orangtua lain mengenai betapa pentingnya menjaga penampilan anak-anak," kata dia.

Meski niatnya mulia, banyak yang tidak sependapat dengan langkah Farrah. Bahkan teman dekat guru cantik itu juga menyatakan tidak sepakat dengan langkahnya.

" Kebetulan hari itu ada guru lain memberinya seragam baru yang diwakafkan majelis agama Islam Kedah untuk murid kurang mampu. Dia (murid) menukar seragamnya dan saya tidak pikirkan. Tapi dia tinggalkan baju itu dan saya masukkan ke dalam plastik. Guru lain marah dan melarang saya membawa pulang," kata dia.

Farrah sempat merasa berkecil hati. Namun begitu, dia tetap membawa pulang seragam kumal itu.

Karena sikapnya, murid itu berangsur menunjukkan perubahan sikap. " Sejak saat itu dia jadi dekat dengan saya," ucap Farrah.

3 dari 6 halaman

Ini Videonya

4 dari 6 halaman

Transformasi Sophy Ron, Pemulung yang Jadi Mahasiswi Cantik di Kampus Beken

Dream - Gadis cantik asal Kamboja, Sophy Ron, tengah menyedot perhatian publik. Kisah hidupnya membuat banyak orang terispirasi sekaligus terharu.

Sophy merupakan salah satu dari sekian anak Kamboja yang kurang beruntung di masa lalunya. Dia tidak pernah mengenyam bangku sekolah sejak kecil hingga usia 11 tahun.

Waktunya habis untuk membantu orangtua mencari uang dengan memungut sampah. Saban hari, dia berada di tempat pembuangan sampah Kota Phnom Penh untuk memulung.

 Sophy Ron

Nasib malang Sophy berubah setelah berjumpa dengan lembaga donor nirlaba Cambodia Children's Fund. Lewat lembaga ini, Sophy meraih mimpinya untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin.

5 dari 6 halaman

Nasib Malang Berubah Jadi Keberuntungan

Di akun Facebooknya, Sophy membuat sejumlah unggahan mengenai kehidupan sosialnya. Dia memajang beberapa foto saat merayakan kelulusan dari Trinity College, jenjang pendidikan sebelum masuk ke Universitas Melbourne, Australia.

 Sophy Ron

Dalam foto tersebut, Sophy tampak cantik dalam balutan gaun putih. Rambut terurai dan sepatu hak tinggi membuat penampilannya terlihat anggun.

Sophy merupakan salah satu anak muda yang mengikuti program CCF untuk mempersiapkan pemimpin di masa depan. Sophy menempuh pendidikan di Trinity College dengan beasiswa penuh dari lembaga donor tersebut.

 

6 dari 6 halaman

Masa Kecil Sophy

Gadis ini lulus pada Mei lalu dan kini tengah bersiap masuk ke Universitas Melbourne. Yang membanggakan, dia lulus dengan predikat valedictorian, gelar yang diberikan untuk lulusan terbaik pada suatu institusi pendidikan.

Sebelum di Trinity College, Sophy bersekolah di Sisowath High School dan lulus pada 2017. Dia juga merupakan lulusan Chaktomok Hall pada 2014.

 Sophy Ron

Penampilan Sophy saat ini jauh berbeda dibandingkan saat dia berusia 11 tahun. Foto lamanya, Sophy tampak tersenyum dengan pakaian dekil sembari membawa karung berisi barang rongsokan. 

Sejak kecil, Sophy hanya menghabiskan waktu untuk memulung sampah. Dia tak memiliki kesempatan untuk merasakan bangku pendidikan. 

Sepanjang hari, Sophy harus membantu orangtuanya mencari uang dengan memulung sampah. Tidak jarang, Sophy dan keluarganya terpaksa makan dari makanan sisa yang ditemukan di tempat pembuangan sampah. 

Beri Komentar
Alasan Nada Zaqiyyah Terjun Sebagai Desainer Fashion Muslim