Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Google Doodle Rasuna Said (Foto: Screenshot)
Dream - Pahlawan nasional Indonesia, Rasuna Said menjadi tema Google Doodle hari ini. Google merayakan ulang tahun ke-112 Rasuna Said, yang dikenang sebagai Singa Betina Pergerakan Kemerdekaan Indonesia.
“ Dia adalah wanita yang menyuarakan isu-isu sosial, terutama hak-hak perempuan, seorang guru dan seorang jurnalis. Dia diakui sebagai pahlawan nasional Indonesia, wanita kesembilan yang menerima kehormatan,” tulis situs Google Doodle.
Google juga menuliskan rekam perjalanan singkat dari Rasuna Said yang ditampilkan mengenakan kerudung di depan sebuah mikrophone.
Rasuna berasal dari Sumatera Barat, tepatnya di dekat Danau Maninjau. Dia lahir pada 14 September tahun 1910. Dia dikenal sebagai wanita yang berani mengungkapkan pendapatnya sejak dini.
Keuletan dan kecerdasannya sebagai siswa dengan cepat membuka jalannya untuk menjadi asisten guru, yang tanpa sadar dia telah memotivasi gadis-gadis muda untuk bermimpi besar.
Pada tahun 1926, Rasuna pernah bergabung dengan Sarikat Rakyat. Yang lalu membawanya bergabung pada gerakan islam pada tahun 1930 yakni Persatuan Muslim Indonesia (PERMI) yang kritis terhadap kolonialisme Belanda dan perlakuan tidak adil terhadap perempuan.
Kemudian di tahun 1931, Rasuna pindah ke Padang untuk membuat divisi perempuan di PERMI. Fokusnya adalah membuka sekolah sastra untuk perempuan di seluruh Sumatera Barat.
Nmaun setahun kemudian (1932) Rasuna ditangkap karena telah menentang kekuasaan Belanda. Ribuan orang menghadiri persidangannya di Payakumbuh pada tahun itu.
Setelah dibebaskan dari penjara pada tahun 1934, di usia 24 tahun, Rasuna memulai karir jurnalistiknya dan menulis untuk jurnal perguruan tinggi bernama Raya.
Selama beberapa tahun berikutnya, dia membuka lebih banyak sekolah untuk anak perempuan dan berbicara atas nama kelompok wanita Muslim yang tak terhitung jumlahnya.
Setelah bekerja tanpa lelah untuk menanamkan nasionalisme dan anti-kolonialisme melalui tulisannya, pada tahun 1945, Indonesia akhirnya memperoleh kemerdekaannya.
" Pada tahun 1974, Rasuna dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia atas jasa-jasanya. Selamat ulang tahun, Rasuna Said!," pungkas Google dalam kenangan akan Rasuna Said.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya