Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Rumah Di Tengah Kuburan (YouTube Alman Mulyana)
Dream - Tidak semua orang berani menghuni rumah yang berada di tengah permakaman. Mungkin banyak di antara kita yang merasa takut jika harus tinggal di tengah-tengah kompleks kuburan. Namun, beberapa orang berani melakukannya.
Seperti terlihat dalam video yang diunggah kanal YouTune Aman Mulyana. Sejumlah orang tinggal di sebuah gubuk yang terletak di tengah-tengah permakanan di daerah Subang, Jawa Barat.
Dalam video itu, permakanan tersebut terlihat sangat luas. Letaknya di tengah-tengah sawah. Sehingga suasana permakaman itu sunyi, senyap. Itu di siang hari, apalagi saat gelap datang.
Permakaman itu terlihat menghampar, dibelah oleh jalan setapak yang berujung pada gukuk sederhana. Saat Aman Mulyana berkunjung ke gubuk itu, disambut oleh sejumlah orang, yang usianya sudah setengah baya. Tiga wanita, tiga pria.
" Ini sekeluarga tinggal di sini?" tanya Alman.
" Iya," jawab mereka, serempak.
Mereka adalah penjaga permakaman itu. Saban hari, mereka merawat dan membersihkan makam-makam yang mengepung gubuk tempat tinggal itu.
" Sudah 20 tahun tinggal di sini," kata salah satu pria penghuni gubuk itu.
Rumah itu ukurannya memang agah lega. Namun sangat sederhana. Dindingnya hanya terbuat dari anyaman bambu dan papan. Itu pun sudah bolong disana sini.
Jangan membayangkan beton. Tiang-tiang rumah itu pun hanya terbuat dari bambu dan kayu yang sudah usang.
Meski di tengah kuburan, rumah itu tampaknya selalu ramai. Sebab, detidaknya ada tujuh orang yang menghuninya.
Selama dua dekade itu mereka mengabdikan diri di kompleks permakaman itu. Menggali kubur dan membersihkannya.
Mereka mengaku tidak pernah mematok tarif untuk tiap kuburan yang digali. Mereka rela dibayar seikhlas kerabat si jenazah.
" Kerja dengan iklhas," kata salah satu pria penghuni gubuk itu.
Selama tinggal di gubuk itu, salah satu penghuni mengaku mengalami kejadian yang cukup membuat bulu kuduk merinding. Salah satu wanita mengaku pernah meliohat keganjilan.
" Dengar mah sering, kalau melihat ada yang aneh baru dia kali," tutur salah satu wanita.
" Jadi memang harus yakin makhluk halus itu ada, tapi setan dan jin. Jin juga ada jin kafir dan jin Muslim," timpal Alman.
Wanita itu mengaku pernah melihat sosok besar seperti orangutan. " Ada yang kayak orangutan tapi jalannya mundur," kata dia.
" Semua tertutup bulu, badannya enggak kelihatan tertutup bulu," tambah ibu berjilbab itu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya