Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Imigran Rohingya
Dream - Pemerintah Malaysia menangkap 269 imigran Rohingya yang mencoba masuk ke pulau Langkawi. Para imigran ilegal tersebut melintasi laut menggunakan kapal rusak.
Gugus Tugas Gabungan yang terdiri dari Angkatan Bersenjata Maritim Malaysia (MMEA) dan polisi laut menemukan kapal tersebut pada Senin, 8 Juni 2020 sekitar pukul 5 pagi. Saat itu, mereka sedang melakukan pengawasan dan deportasi.
Dalam sebuah pernyataan, gugus tugas mengatakan ketika KM Kimanis mendekati kapal pengawas, sekitar 53 imigran gelap melompat dari perahu dan berenang ke pantai untuk menyelamatkan diri. Tetapi mereka ditangkap personil MMEA yang bersiaga di darat.
Pemeriksaan lebih lanjut, petugas menemukan 216 imigran gelap Rohingya dan mayat seorang wanita yang meninggal di dalam kapal.
" Perahu itu ditemukan telah dirusak secara sengaja dengan mesinnya tidak bisa diperbaiki," kata salah satu anggota gugus tugas.
Dengan alasan kemanusiaan, Dewan Keamanan Nasional mengizinkan kapal itu untuk berlabuh di dermaga Teluk Ewa. 269 imigran ilegal telah ditahan dan ditempatkan sementara di Tempat Penampungan Bina Negara Wawasan di Langkawi.
Jenazah yang ditemukan di dalam kapal kemudian diserahkan kepada polisi untuk ditindaklanjuti.
Menurut Berita Harian, Satuan Tugas Nasional (NTF) Angkatan Bersenjata dan pasukan keamanan telah menerima informasi awal tentang upaya invasi perairan Langkawi oleh para pengungsi Rohingya sekitar pukul 22:30. Tepatnya enam jam sebelum kapal rusak tersebut terdeteksi.
NTF menjalankan Operasi Benteng bekerja sama dengan Angkatan Bersenjata Malaysia (ATM), Polisi Kerajaan Malaysia (PDRM), APMM, dan badan-badan penegak keamanan lainnya.
Tujuan operasi ini yaitu untuk memastikan perairan dan perbatasan darat Malaysia tidak dimasuki oleh para pengungsi gelap unsur-unsur asing untuk menjaga kedaulatan dan kesejahteraan bangsa.
Menurut data statistik saat ini, satuan tugas mengatakan bahwa pada 7 Juni, 396 imigran gelap dan 11 pedagang manusia telah ditangkap.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya