Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Sumber Foto: Eberita.org)
Dream - Seorang remaja laki-laki sempat bergurau dengan teman-temannya mengenai kain kafan sesaat sebelum kematian menjemputnya akibat tertimpa tembok pagar rumah yang runtuh, malam tadi.
Korban dikenali sebagai Haikal Hanafi Ayob, 17, tinggal di Jalan Melor 2, Taman Guru, Malaysia. Saat itu, Haikal mencoba memanjat tembok pagar lantaran tak ada kunci untuk masuk ke rumahnya.
Saat kejadian, siswa di Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Bandar itu baru saja pulang dari kelas tambahan, kira-kira jam sepuluh pagi.
Namun kejadian baru diketahui ayahnya kira-kira pukul 11.25 malam. Sang ayah mendapati Haikal di bawah reruntuhan tembok tersebut.
© Dream
Menurut ayahnya, Ayob Ab Karim, 55, biasanya saat dia dan sang istri keluar, Haikal ikut. Namun pada hari kejadian, almarhum tidak ikut dengan mereka karena menghadiri kelas tambahan di sekolah.
" Saya mencari-cari dia juga petang itu. Terpikir kenapa dia tak pulang pulang ke rumah lagi. Namun waktu itu saya berprasangka baik dan berpikir mungkin dia ke rumah rekannya.
" Dia tak juga pulang pulang, lalu saya hubungi temannya. Namun temannya bilang dia telah mengantar Haikal ke rumah jam 10 pagi.
" Ketika hendak keluar mencarinya, saya mulai merasa tak enak hati dan tiba-tiba melihat tembok pagar sebelah rumah yang 'hilang'. Saya kemudian melihat lebih dekat dan saya dapati anak saya sudah berada di bawah reruntuhan pagar tersebut," katanya.
© Dream
Ayob menambahkan, setelah itu dia pun menghubungi ambulans dan melapor ke polisi. Pihak rumah sakit pun akhirnya mengatakan bahwa Haikal sudah tiada akibat urat tengkuknya putus.
Kepala Polisi Daerah Kota Tinggi, Superintendan Ahsmon Bajah, ketika dihubungi pun membenarkan kejadian tersebut. Jenazah Haikal kemudian dikebumikan di Tanah Pemakanan Islam Kampung Makam.
Sementara itu, salah seorang teman yang mengantar almarhum ke rumah sebelum kejadian berkata bahwa Haikal sempat bercanda mengenai kain kafan dengannya. Dia merasa terkejut dan tidak menyangka bahwa gurauan terakhir temannya itu rupanya pertanda ajal.
(Sumber: eberita.org)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya