Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gurita Diberi Dosis Kecil Ekstasi, Reaksinya Mengejutkan
Dream - Gurita selama ini dikenal sebagai makhluk asosial. Tak hanya dengan makluk lain, gurita juga hidup bermusuhan dengan sejenisnya.
Dengan perilaku itu, sebuah penelitian unik dilakukan terhadap binatang laut ini.
Seekor gurita diberikan asupan berupa obat MDMA, dikenal di masyarakat sebagai ekstasi. Hasilnya cukup mengejutkan. Binatang laut ini tiba-tiba menjadi jinak.
Mengutip laman Fortune, otak dan sistem saraf manusia dan gurita memang diketahui sangat berbeda jauh.
Yang mengejutkan, reaksi otak dalam merespons zat serotonis, zat yang mengatur suasana hati dan perilaku sosial, justru sama.
Untuk diketahui, ekstasi banyak dipakai untuk melepaskan lebih banyak serotonin di otak.

Penelitian ini terbit di Current Biology dan dilakukan John Hopkins University dan Marine Biological Laboratory. Objek penelitiannya adalah gurita seukuran tangan yang ditempatkan di tiga bilik.
Salah satu ruang adalah benda mati berwarna-warni serta mainan figur Chewbacca dan Storm Trooper dari Star Wars. Di tempat berbeda, gurita lain ditempatkan di sebuah kolam kecil yang jauh dari kemungkinan diserang.
Ketika ruangan itu ditutup, gurita ternyata banyak menghabiskan banyak dengan patung.
Peneliti kemudian memasukan dosis ekstasi yang ringan ke dalam kolam tersebut. Hasilnya mengejutkan. Gurita itu mulai mendekati gurita lain. Bahkan mereka terlihat seperti berpelukan.
Ide untuk melakukan penelitian ini muncul setelah ahli saraf John Hopkins, Gul Dolen memperhatikan genetika gurita.
" Setelah diberi ekstasi, mereka pada dasarnya memeluk," kata Dolen. " Mereka menjadi jauh lebih santai dan mulai berinteraksi dengan gurita lainnya." (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya