Viral, Aksi Simpatik Guru Berjilbab Ajak Anak Didik Bersihkan Gereja

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 23 November 2018 08:01
Viral, Aksi Simpatik Guru Berjilbab Ajak Anak Didik Bersihkan Gereja
Aksinya mendapat apresiasi dari warga muslim dan kristiani setelah negara itu dicekam ketakutan setelah muncul aksi teror yang menewaskan tujuh orang jemaah gereja

Dream - Guru berjilbab asal Mesir, Heba Saad Hashash berinisiatif membersihkan gereja bersama murid-murid perempuannya. Kegiatan ini, kata Heba, untuk mempromosikan sikap toleransi dan mencintai di tanah air, tempat di mana dia dan anak-anak perempuannya tinggal terasa aman.

Dia juga berharap, cara ini dapat memberikan keamanan pada 2.400 siswa di kota tempatnya tinggal, Mallawi di Minya, sebelah selatan Mesir.

Dikutip dari Al Arabiya, Heba menambahkan, aksi ini dia lakukan juga karena beberapa umat Kristen Koptik yang tinggal di kotanya berada dalam kondisi yang sulit. Terlebih pasca insiden serangan teror yang terjadi di Gereja St Samuel the Confessor, yang membuat tujuh orang meninggal dunia.

Bertugas sebagai pendidik, guru dan kepala sekolah, Heba merasa harus mengajarkan contoh perdamaian antar agama.

Dia juga ingin mendidik generasi ini dan generasi yang akan datang menjadi Muslim yang baik, sesuai dengan firman Tuhan Yang Maha Kuasa.

 

1 dari 1 halaman

Pujian untuk Perdamaian

Heba mengatakan telah mengumpulkan sebanyak 15 siswa, yang sudah mendapat persetujuan dari keluarganya, untuk pergi ke gereja.

Heba membersihkan gereja dengan sapu seperti yang dilakukan murid-muridnya. Mereka juga membersihkan perpustakaan dan setiap jengkal gereja.

Dia mengaku terkejut saat foto-foto yang diambil itu telah dibagikan secara luas di situs media sosial.

 Ibu guru dan muridnya bersih-bersih gereja untuk meningkatkan toleransi dan persaudaraan

Heba mengatakan, dia telah menerima pujian dari umat Muslim dan Kristen Koptik atas apa yang telah dia lakukan. Dia menyatakan kebahagiaannya dan menekankan perasaan cinta dan kasih sayang antara umat Muslim dan Kristen Koptik di Mesir adalah nyata dan dalam, bukan hanya slogan yang diungkapkan hanya di depan media.

 Ibu guru dan muridnya bersih-bersih gereja untuk meningkatkan toleransi dan persaudaraan

Heba percaya inisiatifnya itu merupakan perwujudan dari agama yang nyata. Dia akan berusaha mengembangkan tindakan seperti itu di hati para muridnya.

Kota Mallawi menjadi kota dengan banyak serangan setelah pecahnya revolusi 30 Juni 2013 dan penggulingan Presiden Mohamed Morsi.

Beri Komentar
Intip Harga dan Spesifikasi Mobil Dinas Baru Jajaran Menteri Jokowi