Gus Nur Ditangkap Usai Dilaporkan NU dalam Kasus Ujaran Kebencian

Reporter : Syahid Latif
Sabtu, 24 Oktober 2020 11:56
Gus Nur Ditangkap Usai Dilaporkan NU dalam Kasus Ujaran Kebencian
Gus Nur ditangkap di Malang Jawa Timur dini hari tadi.

Dream - Polisi menangkap Sigi Nur Raharja atau Gus Nur terkait laporan kasus ujaran kebencian yang sempat dilaporkan pimpinan Nahdlatul Ulama (NU) Cirebon.

" Benar (Gus Nur ditangkap)," ujar Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Slamet Uliandi membenarkan penangkapan Gus Nur di Malang, Jawa Timur, Sabtu, 24 Oktober 2020.

Tim penyidik diketahui melakukan penangkapan terhadap Gus Nur pada dini hari tadi di Malang, Jawa Timur.

Penangkapan Gus Nur ini menindaklanjuti laporan Ketua NU Cirebon, Azis Hakim yang melaporkan Sigi Nur Rahardja terkait dugaan ujaran kebencian yang dilakukannya terhadap ormas NU.

 

 

1 dari 2 halaman

Menurut Azis yang ditemui di Baresmkrim Polri, Gus Nur bukan kali ini saja melakukan ujaran kebencian terhadap NU.

" Tentu kami merasa ini tidak boleh kita diamkan, perlu kita mintai pertanggungjawaban Gus Nur. Oleh karena itu, kami mencoba melaporkan ke Bareskrim," tutur Azis kala itu.

Laporan tersebut diterima polisi dengan barang bukti berupa rekaman pidato atau video yang didalamnya memuat pernyataan Gus Nur. Dengan surat bernomor LP/B/02596/X/2020/Bares/ tanggal 21 Oktober 2020, laporan dibuat dengan dugaan kasus tindak pidana ujaran kebencian.

 

2 dari 2 halaman

Pernah Divonis Kasus yang Sama

" Gus Nur menyatakan NU sekarang diibaratkan sebagai bus umum, sopirnya mabuk, kondekturnya teler, kenek dan sopir ugal, penumpang kurang ajar semua, merokok, buka aurat, buka dangdutan. Bisa jadi kondekturnya Gus Yaqut dan penumpang liberal, sekuler, PKI, dan semua numplek di situ," jelas dia.

Bagi Azis, tradisi NU adalah saling meminta maaf dan memaafkan saat ada permasalahan. Namun Gus Nur dinilai telah berkali-kali menyakiti hati masyarakat NU.

" Satu tahun lalu bahkan sudah ada vonis, dia diputuskan 1 tahun 6 bulan, sama juga kasusnya, ujaran kebencian terhadap NU," Azis menandaskan.

(sah, Sumber: Liputan6.com)

Beri Komentar