Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
Ketum Muhammadiyah, Haedar Nashir (muhammadiyah.or.id)
Dream - Situasi keberagamaan dan kebangsaan Indonesia saat ini sedang mengalami fase krisis karena perselisihan antarkelompok masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan dialog.
" Karenanya semua pihak penting saling menahan diri dan mau mencari titik temu dengan dialog dan bertukar pikiran yang dewasa," kata Ketua Umum Muhammadiyah, Haedar Nashir, melalui keterangan tertulis diterima Dream, Senin 23 Januari 2017.
Menurut Haedar, kondisi antarkomponen bangsa saat ini cenderung berjarak. Bahkan, kata dia, cenderung tidak ada rasa saling percaya antarindividu.
Kondisi itu semakin diperumit dengan munculnya isu kesenjangan sosial, kenaikan harga, tenaga kerja asing ilegal, dan masalah krusial lain.
" Sungguh berat beban dan tanggung jawab organisasi Islam moderat seperti Muhammadiyah dan NU untuk menyelesaikan semua masalah bangsa," kata dia.
Dia berharap ke depannya elemen bangsa dapat menyelesaikan masalah dengan dialog kebangsaan. " Kiranya perlu dialog nasional yang bertahap dan berlapis untuk menyelesaikan masalah besar bangsa ini," ucap Haedar.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi

