Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Politisi wanita Halimah Yacob telah diumumkan sebagai Presiden Singapura yang baru hari ini pukul 14.00 waktu setempat, atau pukul 13.00 WIB. Pengumuman dibacakan oleh Returning Officer Ng Wai Choong usai penyerahan nota nominasi Halimah di Gedung Pusat Pencalonan Singapura.
Halimah menjadi presiden wanita pertama Singapura. Selain itu, dia juga menjadi pemimpin berlatar belakang Melayu setelah 47 tahun.
Halimah menjadi Presiden Kedelapan Singapura. Pelantikan akan dijalankan pada Kamis, 14 September 2017 pukul 18.00 waktu setempat, atau 17.00 WIB di Istana, menurut informasi dari Kantor Perdana Menteri.
"Saya adalah Presiden bagi setiap orang. Meskipun ini adalah pemilihan yang dicadangkan, saya bukan Presiden cadangan," ujar Halimah di hadapan pendukungnya yang berkumpul di Gedung Pusat Pencalonan usai pengumuman dia sebagai Presiden Singapura, dikutip dari Channel News Asia, Rabu, 13 September 2017.

Halimah menyampaikan terima kasih kepada seluruh rakyat Singapura. Dia juga menyerukan persatuan dalam pidatonya yang disampaikan menggunakan Bahasa Inggris dan Melayu.
"Kami butuh rakyat Singapura berdiri bersama dan saling bahu-membahu. Kita belum sampai di puncak. Yang terbaik belum datang," kata Halimah.
Pemilihan Presiden tahun ini diperuntukkan bagi calon dari etnis Melayu. Dua kandidat lain, pengusaha Mohamed Salleh Marican dan Farid Khan dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk maju dalam Pemilihan Umum.

Berdasarkan hasil amandemen Konstitusi Singapura yang mulai berlaku pada Juni tahun ini, para kandidat harus menjabat sebagai pemimpin perusahaan dengan nilai ekuitas mencapai 500 juta dolar Singapura, setara Rp4,8 triliun. Syarat ini berlaku bagi kandidat yang berasal dari sektor swasta.
Sementara Halimah memenuhi syarat untuk maju sebagai kandidat Presiden dari sektor publik. Dia telah menjadi pejabat negara selama tiga tahun sebagai Juru Bicara Parlemen Singapura. (ism)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari