Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Halo Terjadi Di Langit Sulawesi Selatan. (Foto: Akun Instagram @makassar_iinfo)
Dream – Belum lama ini, media sosial digegerkan dengan penampakan halo di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan. Fenonema matahari ini membuat sejumlah warganet takjub.
“ Fenomena Halo Matahari yang Terjadi Hari Ini (06/03) di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan, apakah di daerah kalian juga terlihat fenomena seperti ini?,” tulis akun Instagram @makassar_iinfo, Minggu 7 Maret 2021.

Warganet mengagumi halo matahari. Bahkan, ada yang mengira itu adalah pertanda kiamat.
“ Semua terjadi atas izin Allah,” tulis @indra7764.
“ MasyaAllah,” tulis @ avrilya_malaika.
“ Pertama kali lihat beginian waktu kecil. Kukira mau kiamat. Langsung pergi sholat sama temenku,” tulis @imamkhtmy.
Dikutip dari Liputan6.com, Badan Meteorologi, Klimatologi. dan Geofisika (BMKG) menyebut halo merupakan fenomena optis yang berupa lingkaran cahaya di sekitar matahari. Lingkaran ini merupakan pembiasan sinar matahari oleh awan tinggi, yaitu awan tipis cirrus.
Awan ini berada di ketinggian 6 ribu meter di atas permukaan bumi. Awan ini berpartikel sangat dingin dan berwujud Kristal es.
Awan ini membiaskan cahaya matahari sehingga membentuk cincin yang melingkari matahari.
Dream - Korea Superconducting Tokamak Advanced Research (KSTAR) merupakan perangkat fusi superkonduktor yang juga dikenal sebagai matahari buatan Korea.
Baru-Baru ini, KSTAR mencetak rekor dunia baru karena berhasil mempertahankan plasma bersuhu tinggi selama 20 detik, dengan suhu ion lebih dari 100 juta derajat celcius.
Pada Selasa, 24 November lalu, Pusat Penelitian KSTAR di Institut Korea Energi Fusion (KFE) mengumumkan penelitian bersama dengan Universitas Nasional Seoul (SNU) dan Universitas Columbia Amerika Serikat.

Penelitian itu dalam rangka pengembangan matahari buatan Korea. Hal ini pun mendapat respons positif. Para peneliti akhirnya berhasil mengoperasikan plasma selama 20 detik dengan suhu ion lebih tinggi dari 100 juta derajat, yang merupakan salah satu syarat inti fusi nuklir dalam Kampanye Plasma KSTAR 2020.
Dalam percobaan 2018, KSTAR mencapai suhu ion plasma 100 juta derajat untuk pertama kalinya dengan waktu retensi sekitar 1,5 detik.
Dan pada 2019, waktu operasi plasma berhasil mencapai waktu 8 detik selama Kampanye Plasma KSTAR 2019 dan berlangsung sebanyak lebih dari 2 kali.

Sejauh ini, ada perangkat fusi lain yang mampu mengatur plasma secara singkat pada suhu 100 juta derajat atau lebih tinggi. Namun, tak satu pun dari mereka mampu memecahkan penghalang untuk mempertahankan operasi selama 10 detik atau lebih.
Dalam percobaan tahun 2020, KSTAR meningkatkan kinerja mode Internal Transport Barrier (ITB), yaitu salah satu mode operasi plasma yang dikembangkan sejak tahun lalu dan berhasil mempertahankan status plasma untuk jangka waktu yang lama hingga mengatasi batasan operasi plasma suhu ultra-tinggi.
Direktur Si-Woo Yoon dari Pusat Penelitian KSTAR di KFE menjelaskan, " Teknologi yang dibutuhkan untuk operasi jangka panjang 100 juta plasma adalah kunci realisasi energi fusi, dan keberhasilan KSTAR dalam mempertahankan plasma bersuhu tinggi selama 20 detik akan menjadi titik balik penting untuk mengamankan teknologi operasi plasma berkinerja tinggi yang merupakan komponen penting dari reaktor fusi nuklir komersial di masa depan.”
Dr. Young-Seok Park dari Universitas Columbia yang berkontribusi pada penciptaan plasma suhu tinggi berkata, " Kami merasa terhormat untuk terlibat dalam pencapaian penting yang dibuat di KSTAR. Suhu ion 100 juta derajat dicapai dengan memungkinkan plasma inti yang efisien untuk durasi yang begitu lama menunjukkan kemampuan unik dari perangkat KSTAR superkonduktor dan akan diakui sebagai dasar yang kuat untuk plasma fusi dengan kondisi stabil dan berkinerja tinggi.”
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya