Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Inka Kusmayati (Facebook)
Dream - Pengumuman hasil Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2018 menjadi kabar gembira bagi para pelajar akhir SMA, SMK, dan MA. Terutama bagi satu siswi SMA 1 Cimahi, Jawa Barat, Inka Kusmayati.
Inka yang merupakan anak seorang penggali kubur tidak pernah membayangkan bakal mengenakan jas putih. Namanya masuk dalam daftar peserta lolos SNMPTN 2018 dan lolos menjadi calon mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (UNPAD).
Saat pengumuman, Inka sebenarnya tidak berniat memeriksa hasil SNMPTN di hari itu juga. Sebab, dia dapat kabar dari teman-temannya laman SNMPTN tidak bisa dibuka.
Dia baru mencoba mengakses laman pengumuman SNMPTN 2018 pada sore hari. Begitu bisa diakses, Inka seketika berteriak sampai membuat ayahnya panik.
Inka mengaku sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada ayahnya. Tetapi, dia tidak langsung memberitahu sang ayah telah diterima kuliah di kedokteran dengan alasan takut membuat bapaknya bingung.
Selanjutnya, Inka mengaku sudah lama punya cita-cita menjadi dokter. Dia terinspirasi dari kakeknya yang menjadi anggota Palang Merah Indonesia dan mantri kesehatan.

Meski berasal dari keluarga sederhana, Inka tidak merasa kecil hati. Bahkan, ayahnyalah yang membuat Inka termotivasi untuk bisa meraih cita-cita.
Sang ayah yang bekerja serabutan dan punya penyakit asma membuat Inka punya keinginan kuat untuk menjadi dokter. Semata demi bisa merawat sendiri ayahnya.
(Sah, Sumber: Bintang.com/Lanny Kusumastuti)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya