Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jin Bisa Saja Menghuni Mobil, Termasuk Milikmu. (Foto: Shutterstock)
Dream – Pada dasarnya, manusia berdampingan dengan makhluk yang tak kasat mata. Istilahnya, jin, tetapi masyarakat sering memanggilnya dengan “ hantu” atau “ setan”. Cerita mistis dan horor seputar makhluk kasat mata ini mau tak mau masih banyak diyakini oleh masyarakat di Tanah Air.
Dikutip dari Otosia, Rabu 13 Januari 2021, Ki Prana Lewu, mengatakan jin menyukai tempat-tempat kotor, termasuk mobil. Apalagi, kendaraan itu tidak dijaga kebersihannya atau digunakan untuk hal-hal yang buruk.
“ Jin terutama sangat suka di hutan, lembah, gunung atau tempat-tempat yang kotor. Andaipun mereka suka di dalam mobil, itu karena mereka sangat tertarik dengan kondisi mobil yang sering digunakan untuk maksiat,” kata dia dari akun Youtubenya.
Jin yang betah berada di mobil merupakan cerminan dari sifat pemiliknya yang negatif. “ Dari sana, jin mampu mengambil sifat pemilik kendaraan,” kata dia.
Prana Lewu mengatakan jin bisa menempel di mobil setelah kendaraan melewati daerah angker yang jarak dilalui kendaraan. Atau, melalui lokasi bekas kecelakaan yang menelan korban jiwa.
“ (Lokasi) ini pada akhirnya mampu membangkitkan ‘qhorin` yang seolah-olah adalah arwah dari si korban. Tujuannya menakut-nakuti orang lain dengan fenomena penampakan,” kata dia.
Mobil, lanjut Prana Lewu, memiliki gelombang elektromagnetik yang bersinggungan dengan energi makhluk halus. Apalagi, kendaraan itu dijadikan media untuk berbuat dosa dan jarang dibersihkan.
“ Di dalam mobil ada kandungan elektrikal dan electro magnnetic. Oleh karena itu, jin adalah sebagian dari partikel energi, sehingga mereka suka berdiam lama di sana,” kata dia.
Namun, Prana Lewu tidak mau mengaitkan kecelakaan lau lintas dengan keberadaan jin di dalam kendaraan. Setiap peristiwa, katanya, merupakan takdir dan kehendak dari Tuhan.
“ Segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini sudah diatur Allah, jadi tidak ada yang mampu membuat sial atau apes, dan itu juga karena orang kurang bersyukur. Kalau pun ada dampak yang signifikan dari jin, itu tergantung dari si perbuatan pengendara sendiri,” kata dia.
Prana Lewu mengingatkan setiap pengendara untuk selalu berdoa, baik sebelum berangkat maupun saat di perjalanan agar jin yang berada di luar maupun di dalam kendaraan tidak berbuat dzolim atau membuat celaka.
“ Untuk muslim, bisa membaca doa perjalanan, misalnya doa safar. Doa ketika sudah di dalam kendaraan bisa membaca, Allahumma antsh shoohibu fis safar, wal kholifatu fil ahli. Allahumma innii a'uudzubika min wa'tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli. Namun jika non muslim sesuai yang diajarkan oleh kitabnya,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya