Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Hati-hati! Meterai Palsu Beredar di Jakarta

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 28 September 2018 15:01
Hati-hati! Meterai Palsu Beredar di Jakarta
Peredaran meterai palsu membuat resah.

Dream - Tidak hanya uang, meterai tempel rupanya juga ada yang dipalsukan. Hal ini terkuak dari terungkapnya peredaran meterai palsu di Jakarta Utara dan Jakarta Timur oleh kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP M Faruk Rozi, mengatakan kasus ini berhasil dibongkar pada Rabu kemarin, 26 September 2018. Pada pukul 18.30 WIB, polisi menangkap pelaku peredaran materai palsu bernama Hendra.

" Dilakukan penyelidikan, tim Unit 1 Ranmor dapat mengamankan satu orang yang diduga menjual atau memperdagangkan meterai palsu atas nama Hendra alias Dedi," ujar Faruk, dikutip dari Liputan6.com, Jumat 28 September 2018.

Hendra ditangkap di Jalan Pegangsaan II, Kelapa Gadng, Jakarta Utara. Polisi menyita 10 lembar berisi 500 keping meterai palsu nominal Rp6000 dari lokasi penangkapan.

" Setelah dilakukan pengembangan kembali, berhasil diamankan satu orang atas nama Jufri," kata Faruk.

Jufri ditangkap di Perumahan Malaka, Taman Malaka Selatan, Duren Sawit, Jakarta Timur. Keduanya kini ditahan dan menjalani pemeriksaan di Polres Pelabuhan Tanjung Priok serta dijerat dengan Pasal 257 KUHP tentang pemalsuan meterai dan merek.

1 dari 1 halaman

Kenali Ciri Meterai Asli

Ketentuan mengenai meterai tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK.03/2014 tentang Bentuk, Ukuran, dan Warna Benda Meterai. Menurut ketentuan ini, terhitung sejak 1 April 2015, meterai yang digunakan harus memiliki desain baru.

Meterai

Beberapa ciri meterai asli menurut PMK tersebut yaitu,

1. Meterai tempel desain baru dengan nominal Rp 3.000 memiliki warna biru, sedangkan nominal Rp 6.000 memiliki warna hijau

2. Gambar Garuda lambang Negara Republik Indonesia berada di pojok kanan atas dengan warna ungu

3. Teks " METERAI" , " TEMPEL" di sebelah kiri gambar Garuda dengan warna ungu

4. Mikroteks " DITJEN PAJAK" , di bawah teks " TEMPEL"

5. Teks " TGL" dan angka " 20" di bawah mikroteks " DITJEN PAJAK"

6. Teks nominal " 3000" dan " 6000" di pojok kiri bawah berwarna ungu

7. Teks " TIGA RIBU RUPIAH' di bawah teks nominal " 3000" dengan warna ungu dan teks " ENAM RIBU RUPIAH" di bawah teks nominal “ 6000” dengan warna ungu

8. Motif Roset blok berupa bunga berada di sebelah kanan bawah. Motif tersebut dapat berubah warna bila dimiringkan. Untuk nominal Rp 3.000 perubahan dari hijau ke biru, dan untuk nominal Rp 6.000 perubahannya dari magenta ke hijau

9. Memiliki 17 digit nomor seri berwarna hitam

10. Terhadap hologram di bagian kiri meterai tempel

11. Memiliki perforasi bentuk bintang pada bagian tengah di sisi kiri

12. Bentuk oval di sisi kanan dan kiri, dan bentuk bulat di semua sisi meterai.

Sumber: Liputan6.com/Nanda Perdana Putra

Beri Komentar