Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Lingkungan Kampus NUS (Straitstimes)
Dream - The Nasional University of Singapore (NUS) harus merelakan posisinya sebagai universitas terbaik Asia. Gelar yang digenggam perguruan tinggi di Singapura selama tiga tahun berturut-turut itu beralih ke pesaingnya..
Hasil survei terbaru dari majalah Times Higher Education yang bertajuk 'World University Rankings 2019', posisi NUS di tingkat dunia tergeser oleh Tsinghua University, China. Di survei ini, Tsinghua University menduduki peringkat 22 dari 25 universitas terbaik dunia.
Di survei sebelumnya, peringkat tersebut diduduki NUS. Kini, posisi NUS melorot ke peringkat 23.
Melorotnya peringkat tersebut sekaligus menandai berakhirnya gelar universitas terbaik se-Asia yang disandang NUS. Gelar tersebut kini disandang Tsinghua University.
Pemeringkatan terbaru ini diluncurkan pada Rabu malam yang digelar di World Akademic Summit di Singapura.
Editorial Director Times Higher Education, Phil Buty, menjelaskan meningkatnya peringkat Tsinghua University disebut didorong oleh perbaikan linkungan akademik. Meski demikian, dia menyebut NUS tetap sebagai salah satu universitas paling inovatif dan dinamis di dunia.
" NUS memiliki nilai yang luar biasa dari sekian metrik Time Higher Education, serta masuk dalam daftar 30 universitas terbaik dunia, menunjukkan NUS adalah magnet bagi bakat global sekaligus mitra penelitian yang paling banyak dicari," ujar Buty, dikutip dari Straits Times.
Tetapi, Buty mencatat peringkat baru ini menunjukkan begitu ketatnya persaingan dari universitas di China. Negara tirai bambu itu memang meletakkan perguruan tingginya sebagai jantung pertumbuhan ekonomi nasional.
Rektor NUS, Tan Eng Chye, mengaku bangga kampusnya terus dipandang sebagai universitas terkemuka, baik di dunia maupun di Asia.
" Dunia kerja terus berubah, universitas perlu terus berinovasi dan berkembang secara efektif untuk menjawab tantangan Revolusi Industri Keempat," kata dia.
Pemeringkatan Times merupakan satu dari tiga pemeringkatan yang selalu dipakai acuan di dunia perguruan tinggi. Survei ini disusun menggunakan 13 indikator, termasuk riset, transfer pengetahuan industri dan pandangan internasional.
Sedangkan peringkat pertama masih diduduki Oxford University, Inggris. Urutan kedua dan ketiga ditempati Cambridge University, Inggris disusul Stanford University, Amerika Serikat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya