6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi (shutterstock)
Dream - Peristiwa wanita melahirkan buah hatinya di tempat tak terduga kembali terjadi. Kali ini dialami seorang wanita di Amerika Serikat yang terpaksa melahirkan di jalanan saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Dilansir dari India Times, pasangan Emily dan Stephen Waddell tengah dalam perjalanan ke rumah sakit ketika bayinya sudah tak bisa lagi bersabar melihat dunia. Sang ibu akhirnya terpaksa melahirkan buah hatinya itu di pinggir jalan.
Emily mengatakan bahwa calon bayinya akan segera keluar dan dia sudah tidak bisa lagi menahan hingga sampai di rumah sakit.
Ia meminta sang suami segera menepikan mobil di sisi Interstate 69 karena ia sudah tidak dapat menahan putrinya.
Beruntung, bayi perempuan itu lahir normal dan sehat. Bayi itu dinamai Reagen oleh kedua orang tuanya.
Emily menjelaskan kontraksinya semakin terasa seiring berjalannya hari dan dia harus menemui dokter kandungannya.
“ Saya mengungkapkan ketakutan saya kepada suami saat kami sedang naik I-69, bahwa saya tidak ingin memiliki bayi di dalam truk. Kami melanjutkan perjalanan dengan dorongan dari suami saya untuk tidak khawatir,’ ujar Emily.

Namun, Emily melihat kepala bayinya keluar saat sedang dalam perjalanan. Emily kemudian berteriak meminta suaminya untuk segera menepi dan parkir di area rumput agar tidak melukai bayinya.
“ Karena air ketuban saya belum pecah, bayi saya mulai keluar, masih dalam kantung ketubannya. Stephan parkir dan melangkah masuk untuk memegangnya, kemudian kantung itu robek saat dia bayi saya berhasil keluar,” ujar Emily.
Stephen dikabarkan juga mengikat tali pusar bayinya dengan pengisi daya telepon. Emily juga harus menyedot sendiri cairan dari mulut bayinya agar bersih dari lendir dan bisa bernapas dengan baik.
" Stephan menggunakan 2 pengisi daya telepon untuk mengikat tali pusar sementara saya melakukan penyedotan pada mulut dan hidung Reagen dengan mulut saya,” tulis Emily.
Laporan : Erdyandra Tri Sandiva
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
