7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Makam Bernisan Keturunan Nabi Di Tangerang (foto: Liputan6.com, Instagram @makassar_iinfo)
Dream - Warga Tangerang digegerkan dengan penemuan makam yang diklaim berusia 1.200 tahun. Pada nisan itun juga tertulis bahwa makam itu merupakan keturunan Bin Nabi Sulaiman.
Dalam makam tertulis ‘Ibu Nesah Binti Nabi Solaiman Bin Nabi Daud umur 1.200 tahun’. Nama nisan yang tak wajar dan tak masuk akal ini ditemukan di Desa Selapajang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten.
Penemuan makam ini ditemukan oleh beberapa warga yang akan menggali kubur. Karena dikhawatirkan dapat meresahkan warga, makam ini akhirnya dibongkar, tapi hanya pada bagian nisannya saja.

Awalnya makam bertuliskan Bin Sulaiman tersebut ditemukan oleh seorang warga yang akan menggali kubur.
Namun ada yang aneh dari tulisan makam yang dilihat para warga tersebut, karena menuliskan keturunan nabi. Seperti yang disebutkan sebelumnya ada tulisan Nesah binti Nabi Sulaiman bin Nabi Daud.
Kepala Dusun Desa Selapajang yang bernama Sofyan, pun membenarkan penemuan makam ini.
" Awalnya dilihat warga yang hendak gali kubur, terus heboh, hingga kami pun langsung mengecek ke lokasi," katanya pada Senin 28 Februari 2022.

Melihat keanehan dari tulisan di nisan tersebut, warga pun curiga dan segera melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat serta ulama setempat.
" Kita curiga soal makam ini, dan kita pun langsung melakukan koordinasi untuk mempertanyakan soal makam ini," ujar Kepala Dusun Desa Selapajang, Sofyan.
Warga pun sempat mengecek kebenarannya dan diketahui makam tersebut ternyata hanya milik seorang warga biasa yang telah wafat beberapa tahun lalu.
" Setelah kita lakukan pengecekan, ternyata itu makam biasa, bukan makam ulama, atau keturunan nabi," lanjut Sofyan.
Untuk menghindari adanya kesalahpahaman di masyarakat, makam pun dibongkar di bagian nisan. Menurut penjelasan Sofyan, sebagai Kepala Dusun yang juga didampingi oleh pihak kepolisian, nisan pada makam diganti dengan batu sebagai penanda.
" Akhirnya kita bongkar, nisannya saja, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan kita ganti dengan penanda yang lain, yakni batu," kata Sofyan.
Proses pembongkaran ini pun didampingi pihak Kanit Reskrim Polsek Cisoka yang mengatakan akan melakukan pengecekan lebih lanjut.
" Kita dampingi proses pembongkarannya dan adanya hal ini kita lakukan tindak lanjut," kata Kanit Reskrim Polsek Cisoka, Ipda Mukhlis.
Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?