Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ular Naga Jawa (IG @gunungsanggabuana)
Dream - Tim Sanggabuaba Wildfire Ranger (SWR) menemukan ular naga jawa. Binatang melata, yang menurut SWR menjadi misteri dan mitologi dunia, itu ditemukan di Pegunungan Sanggabuana, Jawa Barat.
" Ular naga jawa ini ditemukan pada 29 Oktober 2022 malam di aliran Sungai Curug Cikoleangkak, salah satu air terjun yang ada di Pegunungan Sanggabuana," demikian keterangan yang diunggah akun Instagram @gunungsanggabuana.
Reptil dengan nama Latin Xenodermus javanicus itu merupakan jenis ular dari family Xenodermidae. Ular dengan ukuran panjang sekitar 50 sentimeter ini merupakan satwa endemik Jawa. " Tidak ditemukan di pulau lain."
Namun, tambah keterangan itu, ular naga jawa berbeda dengan naga dalam mitologi yang punya sayap dan mampu menyemburkan api. Ular naga jawa tidak bersayap dan semburan api dari mulutnya.
" Namun ular naga jawa ini mempunyai sisik yang lebih kasar dibanding ular pada umumnya, lebih mirip dengan sisik biawak."
Ciri khas lain yang mirip dengan naga adalah adanya sisik atau duri menonjol yang disebut hemipenial di sepanjang punggung atau bagian dorsal.
" Barisan hemipenial di bagian dorsal ini berjajar rapi, mirip dengan tubuh naga dalam mitologi."
Pada beberapa naga jawa, hemipenial di belakang kepala sangat menonjol. " Hingga seperti membentuk tanduk atau mahkota di bagian belakang kepalanya."
Dalam International Union for Conservation of Nature (IUCN) ular ini masuk dalam kategori LR atau Least Concern atau memilki resiko kepunahan yang rendah.
" Jika memperlakukan Xenodermus javanicus sebagai indikator ekologi, juga melihat karakter ularnya, masih ditemukan di sekitaran Curug Cikoleangkak ini mengidikasikan ekosistem di sekitar Curug Cikoleangkak masih bagus."
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan