Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Rumah Nenek Imil (Foto: Liputan6.com/Bam Sinulingga)
Dream - Tinggal di kota satelit sekitar Jakarta tak menjamin fasilitas yang disediakan pemerintah bisa diperoleh mudah. Setidaknya inilah yang dialami nenek Imil, wanita 68 tahun yang harus merasakan pahitnya hidup di usia senja dengan rumah yang sebetulnya tak lagi layak dihuni.
Nenek asal Kampung Bancong, Desa Kertasari, Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, itu telah ditinggal mati suaminya sejak 2017.
Menyandang status janda, di rumah reyot yang sudah dia tinggali puluhan tahun itu, Imil ditemani dua anaknya, Kaswati (30) dan Maesaroh (21) serta satu cucunya, Zoya yang masih berusia 3 bulan.
Dengan rumah nyaris roboh termakan usia, yang bisa dilihat mata telanjang itu, Imil tak menerima bantuan sosial apapun. Banyak material bangunan yang sudah lapuk. Kondisi yang membuat nenek Imil selalu dirundung kekhawatiran rumahnya sewaktu-waktu bisa saja ambruk dan mengancam keselamatan hidup dirinya dan keluarga.
Di bagian dinding ruang tamu, hampir seluruhnya rapuh, sehingga isi rumah dapat terlihat jelas dari luar. Begitu pula dinding depan rumah yang sudah mulai bergerak miring.
" Tembok-tembok lain pada retak-retak dan miring. Kalau hujan juga bocor di mana-mana," kata Nenek Imil, dikutip dari Liputan6.com.
Begitu pula bagian atap rumah, juga sangat memprihatinkan, beberapa genteng yang mulai rontok ke tanah. Dari luar rumah tampak jelas bagian atap yang tidak memiliki genteng sehingga menyebabkan kebocoran.
Apalagi ketika musim hujan tiba, nenek Imil dan keluarga semakin was-was. Tak terbayangkan, saat hujan deras yang disertai angin kencang, satu keluarga tersebut selalu mengungsi ke tetangga lantaran takut rumah mereka roboh.

" Kalau hujan kami milih keluar rumah, daripada nanti rumahnya ambruk. Lagian di sini ada orok. Biasanya numpang berteduh di teras tetangga," ujarnya.
Mirisnya keluarga Imil tak pernah mendapat bantuan pemerintah selama tinggal di wilayah tersebut, padahal mereka tergolong warga miskin. Mulai dari bansos sembako, BLT dan bantuan lainnya, tidak sekalipun ia terima.
Meskipun nenek Imil juga sempat beberapa kali mengajukan bantuan kepada pihak pemerintah setempat, namun entah kenapa tak pernah direspons serius.
Ketua RT 01 RW 01 Kertasari, Halip Handika menyampaikan rasa prihatin terhadap kondisi rumah warganya tersebut. Menurut dia, Imil ingin segera memiliki rumah yang layak karena dia sangat peduli dengan keselamatan keluarganya.
" Selama ini pekerjaannya ngurusin cucu. Ia sebelumnya juga pernah jadi kuli tandur di sawah," ujar Halip.
Halip berharap keluarga Imil dapat segera merasakan kenyamanan tinggal di rumah sendiri, dengan mendapat bantuan perbaikan dari pemerintah.
" Karena sudah empat kali pengajuan di Musrembang, tapi tidak kunjung direspons pemerintah, dengan dalih belum adanya administrasi, juga hak kepemilikan masih nama orangtua si pemilik rumah," tandas Halip.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam