Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Video Deklarasi Tentara Tuhan (Foto: Merdeka.com)
Dream - Media sosial dihebohkan dengan deklarasi pembentukan 'Jundullah' atau tentara Tuhan yang diketahui dilaksanakan di Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Pemerintah dan kepolisian masih mencari inisiator deklarasi bernama Erwan Sa’ad untuk dimintai keterangan.
Video deklarasi berdurasi 2 menit 51 detik itu terlihat di sebuah sebuah tempat ibadah di Kampung Sasak Bubur RT 04 RW 03 Desa Mekarmukti Kecamatan Cihampelas, KBB. Sejumlah warga mengikuti kalimat yang diucapkan oleh Erwan Sa’ad.
Namun, ada pula video tandingan yang dibuat oleh warga berisi pembatalan pernyataan deklarasi. Alasannya, deklarasi tersebut dilakukan tanpa penjelasan lebih lanjut dari Erwan.
Salah seorang warga setempat, Ade Ali Syarifuddin mengatakan deklarasi itu dilakukan seusai salat Jumat awal tahu 2021. Erwan Sa'ad yang saat itu menjadi imam salat meminta seluruh jemaah untuk tidak membubarkan diri.
" Dia bilang nanti akan dijelaskan. Kemudian dia buka kertas langsung mendeklarasikan itu," kata Ali, Rabu 6 Januari 2021.
Tahu video itu viral di media sosial, warga pun memutuskan membuat video menolak dan membatalkan deklarasi sekaligus meminta Erwan segera bertanggungjawab dengan cara menjelaskan perihal deklarasi tersebut.
" Dia yang bilang dia bertanggung jawab. Tapi belum datang ke sini. Kalau dia tidak sadar ya langsung minta maaf ke jemaah, warga dan pemerintah," terang dia.
Kabid Humas Polda Jabar, Erdi A. Chaniago memastikan warga yang ikut deklarasi tidak mengerti apa yang disampaikan hingga memutuskan untuk membuat video klarifikasi.
" Untuk ustaz-nya tersebut, sampai sekarang sedang kita cari untuk mintai keterangan mengapa yang bersangkutan melakukan seperti itu," kata dia saat dikonfirmasi, Rabu 6 Januari 2021.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) KBB Jaja mengaku sudah menemui para deklarator, dan mencoba untuk memanggil Erwan Saad.
" Untuk menyimpulkan apakah ini aliran menyimpang atau bagaimana, kami akan kembali melakukan pendalaman dengan menggandeng MUI dan FKUB," kata Jaja.
Sumber: merdeka.com
Dream - Tim uji klinis vaksin Covid-19 di Bandung, Jawa Barat, menyatakan penyuntikan vaksin Sinovac sudah selesai. Saat ini tinggal menunggu hasil akhir dari uji klinis tersebut.
Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Universitas Padjadjaran, Kusnandi Rusmil, mengatakan tim penguji mencatat sejumlah efek samping yang dialami relawan. Meski begitu, efek samping yang muncul tergolong ringan.
" Semua subjek dipantau efek samping yang dirasakan pada suntikan, sejauh ini efek samping yang timbul terbanyak adalah reaksi lokal berupa nyeri pada tempat suntikan dengan intensitas mayoritas ringan," ujar Kusnandi, dikutip dari Merdeka.com.
Efek samping yang juga banyak dialami relawan yaitu pegal-pegal pada otot. Kusnandi mengatakan gejala tersebut juga tergolong ringan.
Uji klinis vaksin Sinovac berjalan selama lima bulan melibatkan 1.602 relawan usia 18-59 tahun. Skema yang diterapkan yaitu emergency interval 14 hari antara dosis pertama dan ke dua, sama dengan yang diterapkan di Brasil dan Turki.
" Penyuntikan dosis sudah selesai pada tanggal 6 November 2020 dan pengambilan pada hari paska-suntikan sudah selesai pada tanggal 20 November 2020," ucap Kusnandi.
Sementara, bulan ini (Desember 2020) merupakan tahap pengambilan sampel darah tiga bulan setelah suntikan ke dua. Sedangkan pemeriksaan antibodi menggunakan metode netralisasi dijalankan di Balitbangkes dengan teknik Enzym Linked Immunosorbent Assay (ELIZA) oleh Bio Farma.
" Laporan interim hingga tiga bulan paska-suntikan kedua akan disampaikan kepada Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan) pada awal Januari 2021," kata Kusnandi.
Sumber: Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
