Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Susan Carland, Muslimah Australia (smh.com.au)
Dream - Akademisi muslimah Australia, Susan Carland punya cara mulia menghadapi para haters di jejaring sosial Twitter. Untuk setiap komentar negatif di akunnya, Susan berjanji akan mendonasikan uang US$ 1.
Sejak memulai sumpahnya tersebut dua pekan lalu, Susan tercatat sudah menyumbangkan uang lebih dari US$ 1.000.
Seluruh dana sumbangan kebencian itu disalurkan ke organisasi PBB, UNICEF. Dirinya yakin dengan menyalurkan sumbangannya ke lembaga ini takkan banyak orang yang protes upayanya membantu para anak di seluruh dunia.
Mantan pemenang Muslim Australian of The Year dan istri kolumnis Fairfox, Waleed Alu ini sangat yakin jika Twitter merupakan racun bagi wanita dan muslim.
"Saya khawatir pelan-pelan ini akan membuat saya bangkrut," ujarnya mengutip laman smh.com, Jumat, 13 November 2015. Dia bahkan yakin artikel ini akan membuat kondisi semakin marah.
Carland menceritakan tindakan ini dilakukan karena dia melihat begitu banyak kata-kata kebencian yang disebar di dunia ini. Tak mau hal ini terus terjadi, Carland berpikir untuk mengubah kata-kata cacian menjadi tindakan terpuji.
"Saya berpikir, hal baik apa yang bisa saya lakukan? Apa antitesa lengkap dari tindakan orang-orang ini? Mereka terlalu banyak berbicara hal-hal buruk ke dunia," kata Carland.
Dr Carland merupakan akademisi yang bertugas di Monash University. Dia telah menggunakan sejumlah forum termasuk akun Twitter sebagai sarananya menyampaikan pandangan tentang agama, imigrasi, dan masyarakat.
Namun pandangannya tersebut justru banyak berbuah cacian dari teman-teman sosmednya yang tampaknya tak terlalu peduli dengan topik yang dibawanya.
"Setiap muslim pastinya sangat mudah memikat kebencian di media online. Dan menjadi seorang muslim, apalagi jika Anda muslim yang penuh penyesalan, Anda akan mendapatkan begitu banyak kebencian," kata Carland.
Sebagian besar caci maki yang diterima Carland berasal dari para pria. Mereka, sepanjang pengetahuan Carland, hanya mencoba mencari perhatian.
"Mereka banyak menyebarkan kebencian kepada orang. Mereka orang-orang yang benar-benar tidak bahagia. Orang-orang yang bahagia dan merasa aman takkan pernah melakukan hal ini. Mereka tak pernah menembakan ribuan kebencian," katanya. (Ism)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

16 Tim Futsal Pelajar Siap Berlaga di Grand Final AXIS Nation Cup 2026, Ini Daftarnya