Hilangkan Kemiskinan, Prabowo: Kita Harus Contoh China

Reporter : Sandy Mahaputra
Sabtu, 13 April 2019 22:22
Hilangkan Kemiskinan, Prabowo: Kita Harus Contoh China
Prabowo tidak menyalahkan Jokowi atas pembangunan yang dinilai menyimpang dari filosofi bangsa, Karena...

Dream - Capres Prabowo Subianto menyebut Indonesia bisa belajar dari China terkait upaya menghilangkan kemiskinan.

" Kita harus contoh Republik Rakyat Tiongkok dalam 40 tahun, dia hilangkan kemiskinan 40 tahun. Kita harus contoh, berani belajar dari yang hebat," kata mantan Danjen Kopassus itu dalam debat kelima pilpres di Jakarta, Sabtu 13 April 2018.

Prabowo tidak menyalahkan Jokowi atas pembangunan yang dinilai menyimpang dari filosofi bangsa, Karena, sambung dia, itu merupakan kesalahan semua anak bangsa.

" Jadi kembali lagi saya terus terang saja, saya tidak menyalahkan Pak Jokowi, saya tidak menyalahkan. Ini kesalahan kita sebagai bangsa dan sudah berjalan belasan, bahkan puluhan tahun, tapi kita harus berani mengoreksi diri kita salah jalan," kata Prabowo.

Ia pun mengajak semua elemen kembali kepada UUD 1945. Meminta pemerintah menciptakan lapangan pekerjaan dan memastikan petani serta nelayan sejahtera.

" Kita harus kembali ke UUD 1945 Pasal 33, belajar yang baik. Kita harus berani merencanakan pembangunan industrialisasi, ciptakan lapangan pekerjaan, lindungi petani, lindungi nelayan" .

1 dari 2 halaman

Prabowo: Ini Bukan Salah Pak Jokowi

Dream - Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menegaskan strategi pembangunan ekonomi Indonesia saat ini sudah salah arah. Prabowo menyebut, kesalahan itu bukan dilakukan Calon Presiden petahana nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi.

" Saya tidak menyalahkan Bapak (Jokowi). Ini kesalahan besar. Ini kesalahan Presiden-presiden sebelum Bapak. Benar, ini pendapat saya," ujar Prabowo di Debat Kelima Pilpres 2019, Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu 13 April 2019.

Prabowo menyebut, kesalahan arah pembangunan ini sudah berjalan belasan tahun, bahkan puluhan tahun. Maka itu, lanjut Prabowo, bangsa Indonesia harus bisa mengoreksi diri.

" Kita harus berani merencanakan pembangunan, industrialisasi, menciptakan lapangan kerja. Melindungi petani kita, melindungi nelayan kita," tegas Prabowo didampingi Cawapres Sandiaga Uno.

Tanggapan Prabowo Subianto ini menanggapi pernyataan pembukaan Jokowi terkait strategi pembangunan ekonomi bangsa ke depan. Jokowi akui, bangsa Indonesia sudah terlalu lama tergantung kepada pasar-pasar luar negeri.

" Kita sudah terlalu lama ekspor dalam bentuk mentah. Baik itu karet, kelapa sawit, perikanan. Baik itu komoditas-komoditas pertanian, sehingga strategi ke depan baik perikanan dan pertanian adalah hilirisasi dan industrialisasi," papar Jokowi.

Menurut Jokowi, perlu dibangun industri-industri perikanan selanjutnya. Seperti pengolahan dan pengalengan.

" Sehingga kita mengekspor dalam bentuk olahan. Sudah packaging disini, sudah dibangun brand dari sini. Begitu juga perkebunan," ujar Jokowi.

Ke depan, lanjut Jokowi, bangsa Indonesia harus berani melakukan hilirisasi. Mencegah agar ekspor tidak dalam bentuk mentah.

" Kita tahu anak-anak muda sekarang sudah membangun ekosistem online. Yang bila ini bisa disambungkan dengan offline, maka akan berhubungan dengan konsumen dengan pembeli lewat digital ekonomi," jelas Jokowi. (ism)

2 dari 2 halaman

Jokowi Tetap Andalkan 'Kartu Sakti' untuk Program Kesejahteraan

Dream - Salah satu pembahasan debat capres penutup hari ini, 13 April 2019 membahas kesejahteraan dan perekonomian. Pasangan Jokowi dan Ma'ruf Amin mengandalkan sederet program kartu untuk kesejahteraan masyarakat.

Jika sebelumnya sudah ada Kartu Pintar, kini Jokowi mempromosikan program Kartu Pra Kerja, untuk mereka yang baru lulus kuliah atau yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK). Tak hanya itu, ada juga Kartu Sembako.

" Kartu Sembako ini untuk mereka yang membutuhkan sembako dengan harga murah, didiskon karena merupakan harga subsidi," kata Jokowi dalam pemaparan program di debat terakhir, Sabtu 13 April 2019.

Dalam programnya ia juga menyoroti pembangunan ekonomi yang tak bisa dilepaskan dari pemerataan. Pembangunan infrastruktur besar-besaran yang dilakukannya, menurutnya demi mencapai pemerataan ekonomi.

" Oleh sebab itu kami membangun infrastruktur tidak hanya di Jawa, bukan Jawasentris. Kami ingin ada titik pertumbuhan ekonomi baru di luar Jawa. Baik kawasan ekonomi kecil, ekonomi khusus, atau pariwisata," ungkapnya.

Beri Komentar
(Deep Dream) Menteri PAN-RB Buka-bukaan Soal PNS Kerja dari Rumah dan Single Salary