Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Kenyamanan penerbangan kini menjadi barang mahal. Nikmatnya fasilitas berselancar menggunakan wifi bisa-bisa berubah menjadi kejadian horor yang menguras kantong Anda.
Pengalaman menyebalkan inilah yang dialami CEO Trend Hunter, Jeremy Gutsche saat menerima tagihan sebesar US$ 1.142,47 atau sekitar Rp 13.87 juta.
Kejadian bermula ketika Gutsche harus melakukan perjalanan dari London ke Singapura pada awal bulan ini. Maskapai penerbangan Singapora Airlines dipilih untuk menghantarkannya ke negeri tetangga tersebut.
Seperti kebanyakan penumpang sibuk, Gutsche memesan fasilitas Wi-Fi dalam pesawat yang memang disediakan sebagai fasilitas tambahan. Bayangnya berpikir, uang US$ 30 harus direlakannya untuk menikmati fasilitas ini.
Gutsche akhirnya memutuskan membeli paket Wifi bertarif US$ 29 untuk perjalanan bisnisnya kali ini.
Kejutan muncul ketika Gutsche mendarat di Singapura. Secara mengejutkan, pria asal Kanada ini harus menerima tagihan yang melonjak jadi US$ 1,171,46 dari total US$ 1.142,47.
Dalam penjelasannya, seperti dikutip Dream dari laporan washingtonpost, Kamis, 20 November 2014, Gutsche mengaku hanya menggunakan data internet sebesar 30 megabyte. Ukuran kecil untuk berselancar di dunia maya.
Selama dalam perjalanan, Gutsche membuka tak kurang dari 155 halaman yang sebagian besar berupa email. Serta mengunduh 4 MB bahan presentasi.
" Dokumen itu mungkin bertarif US$ 100 untuk mengunggahnya, jadi saya pikir tim senang dengan hal ini," ujar Gutsche dalam blognya Tren Hunder.
Sementara untuk email, Gutsche menduga biaya yang dikenakan sebesar US 10.
Yakin dengan tarif sewa yang dibelinya, Gutsche pun larut dalam tidur selama penerbangan tersebut.
" Saya tak menduga tagihannya akan mencapai ribuan dolar melewati batas yang saya beli," ujarnya.
Menurut Wall Street Journal, pihak Singapore Airline mengaku telah menghubungi penyedia layanan Wi-Fi ON Air terkait masalah yang dihadapi penumpangnya. Namun tetap saja Gutsche harus membayarnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya