Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Gunakan Wifi, Penumpang Pesawat Kaget Ditagih Rp 13 Juta

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 20 November 2014 10:46
Gunakan Wifi, Penumpang Pesawat Kaget Ditagih Rp 13 Juta
Penumpang bernasib sial ini sebetulnya telah membeli paket data wifi dalam pesawat seharga US$ 30.

Dream - Kenyamanan penerbangan kini menjadi barang mahal. Nikmatnya fasilitas berselancar menggunakan wifi bisa-bisa berubah menjadi kejadian horor yang menguras kantong Anda.

Pengalaman menyebalkan inilah yang dialami CEO Trend Hunter, Jeremy Gutsche saat menerima tagihan sebesar US$ 1.142,47 atau sekitar Rp 13.87 juta.

Kejadian bermula ketika Gutsche harus melakukan perjalanan dari London ke Singapura pada awal bulan ini. Maskapai penerbangan Singapora Airlines dipilih untuk menghantarkannya ke negeri tetangga tersebut.

Seperti kebanyakan penumpang sibuk, Gutsche memesan fasilitas Wi-Fi dalam pesawat yang memang disediakan sebagai fasilitas tambahan. Bayangnya berpikir, uang US$ 30 harus direlakannya untuk menikmati fasilitas ini.

Gutsche akhirnya memutuskan membeli paket Wifi bertarif US$ 29 untuk perjalanan bisnisnya kali ini.

Kejutan muncul ketika Gutsche mendarat di Singapura. Secara mengejutkan, pria asal Kanada ini harus menerima tagihan yang melonjak jadi US$ 1,171,46 dari total US$ 1.142,47.

Dalam penjelasannya, seperti dikutip Dream dari laporan washingtonpost, Kamis, 20 November 2014, Gutsche mengaku hanya menggunakan data internet sebesar 30 megabyte. Ukuran kecil untuk berselancar di dunia maya.

Selama dalam perjalanan, Gutsche membuka tak kurang dari 155 halaman yang sebagian besar berupa email. Serta mengunduh 4 MB bahan presentasi.

" Dokumen itu mungkin bertarif US$ 100 untuk mengunggahnya, jadi saya pikir tim senang dengan hal ini," ujar Gutsche dalam blognya Tren Hunder.

Sementara untuk email, Gutsche menduga biaya yang dikenakan sebesar US 10.

Yakin dengan tarif sewa yang dibelinya, Gutsche pun larut dalam tidur selama penerbangan tersebut.

" Saya tak menduga tagihannya akan mencapai ribuan dolar melewati batas yang saya beli," ujarnya.

Menurut Wall Street Journal, pihak Singapore Airline mengaku telah menghubungi penyedia layanan Wi-Fi ON Air terkait masalah yang dihadapi penumpangnya. Namun tetap saja Gutsche harus membayarnya.

Beri Komentar