Indonesia Didesak Blokir Google & Facebook Jika Tak Bisa...

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 20 Mei 2016 11:02
Indonesia Didesak Blokir Google & Facebook Jika Tak Bisa...
Akses masyarakat terhadap minuman keras juga harus dibatasi.

Dream - Penyebaran konten video tak senonoh semakin marak beredar di tengah derasnya arus perkembangan dunia maya. Tak pelak, fenomena ini kerap sampai di hadapan anak-anak di bawah umur.

Melihat kondisi itu, Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) mendesak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk memblokir situs bermuatan porno.

" Kominfo diharapkan lebih gencar menutup situs pornografi. Selain itu, situs-situs resmi seperti Youtube, Google, Twitter, Facebook, dan lainnya harus diblokir, jika tidak bisa menghilangkan konten porno yang sangat mudah diakses anak-anak," kata Wakil Ketua Umum ICMI Pusat Sri Astuti Buchari, di Gedung Ir HM Suseso, Menteng, Jakarta.

Selain mendesak Kominfo, Astuti menambahkan, pemerintah seharusnya juga meminimalisir penyebab munculnya tindakan kejahatan seksual pada anak. Dia berharap akses masyarakat terhadap minuman keras harus dibatasi.

Untuk itu, Astuti meminta keluarga menjadi benteng pertahanan bagi anak-anak. Dia berharap, orang tua dapat memberi pendidikan keagamaan dan moralitas yang baik kepada anak-anaknya.

" Orang tua harus mengajarkan budi pekerti yang baik kepada anak-anaknya. Misalnya mengajarkan anak-anak membaca Alquran. Jangan sampai membiarkan anak-anak tumbuh menjadi begajulan," ucap dia.

Astuti berharap, akar kejahatan sesual terhadap anak, yaitu kemiskinan, dapat menjadi perhatian penting pemerintah. Dia menyarankan pemerintah lebih giat membuka akses lapangan kerja bagi warganya.

" Para pelaku biasanya banyak waktu luang jadi pikirannya kacau. Pemerintah jangan membuat hukum saja, solusi nyatanya ialah membuat lapangan pekerjaan bagi orang-orang yang menganggur itu," ujar dia.

Beri Komentar