Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Salah Satu Adegan Dalam Film Dokumenter Munich: A Palestinian Story (rt.com)
Dream - Sebuah film dokumenter karya sutradara Palestina berhasil diputar di Festival Film Cannes 2016 di Paris, Perancis. Lobi kuat Israel ternyata gagal mencegah film itu masuk dalam daftar film yang diputar dalam ajang bergengsi tersebut.
Film dokumenter karya Nasri Hajjaj ini berjudul 'Munich: A Palestinian Story'. Film berkisah tentang drama penyanderaan 11 atlet Israel yang mengikuti Olimpiade di Munich pada 1972 oleh kelompok Black September, yang diambil dari sudut pandang Palestina.
Pemutaran film ini menunjukkan jalinan profesional yang kuat pada industri perfilman dunia, Ditandai dengan kemitraan antara Festival Film Cannes dan Festival Film Internasional Dubai.
Film dokumenter Hajjaj sempat mendapat serangan dari kelompok lobi Israel yang mengklaim film tersebut telah salah menuduh pihak keamanan Jerman bertanggung jawab atas kematian 11 atlet Israel, polisi Jerman, dan lima penyandera.
Kelompok lobi terbesar, Dewan Organisasi Yahudi di Perancis menuduh film itu merupakan contoh pemutarbalikan sejarah terkait insiden tersebut.
Dengan modal itu, kelompok lobi tersebut dilaporkan berusaha menekan penyelenggara festival . Mereka mendesak film tersebut tidak diputar dan harus dilarang.
Hajjaj, mantan jurnalis yang tumbuh di kamp pengungsi warga Palestina, mengatakan kelompok lobi dan pelbagai kritik yang mereka buat merupaka tuduhan yang keliru. Dia menegaskan, tuduhan atas film karyanya dibuat tanpa ada satupun dari anggota lobi itu yang telah menyaksikan film tersebut.
" Delapan fim telah dibuat dengan sudut pandang Munich, tapi tidak ada satupun film dengan sudut pandang warga Palestina atau Arab," kata Hajjaj.
" Saya ingin menunjukkan versi Palestina tentang kisah ini, yang sama sekali tidak mengkritik operasi dan seluruh urutannya," ucap dia.
Munich 1972 merupakan insiden penyanderaan yang berakhir pada tewasnya semua sandera, termasuk kepolisian Jerman dan tiga orang penyandera. Penyanderaan ini dilakukan oleh kelompok yang menamakan diri Black September, yang terdiri dari gerilyawan Palestina.
Mereka menyerang kamp atlet Israel di Jerman usai pelaksanaan Olimpiade Munich 1972 dan berhasil menyandera 11 dari 13 atlet, sementara dua lainnya berhasil melarikan diri.
Kelompok penyandera tersebut menuntut 234 tahanan Palestina di penjara Israel dibebaskan. Tetapi, tuntutan itu ditolak oleh Israel.
Sempat terjadi kontak senjata saat helikopter yang mengangkut penyandera dan sandera serta beberapa petugas polisi yang menyamar lepas landas. Hal itu memicu peledakan helikopter yang berujung pada kematian para sandera.
Sumber: telesurtv.net
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang