Masjidil Haram (independent.co.uk)
Dream - Iran menyatakan tidak akan mengirimkan jemaah haji ke Arab Saudi tahun ini, menyusul penolakan penandatangan perjanjian pengaturan jemaah haji. Iran mengklaim penolakan tersebut didasarkan pada insiden di Mina pada tahun lalu yang menewaskan sekitar 2.426 jemaah.
Iran menyebut insiden tersebut terjadi lantaran Saudi tidak mampu mengelola arus jemaah dan cenderung melakukan sabotase. Dalih tersebut menjadi dasar Iran untuk melakukan pelarangan.
Menteri Budaya dan Bimbingan Islam Iran Ali Jannati mengatakan sempat terjadi negosiasi dengan Saudi untuk mencari jalan keluar atas masalah tersebut. Tetapi, negosiasi itu tidak pernah bisa mencapai kesepakatan.
" Kami sudah melakukan apapun yang kami bisa tapi insiden ini merupakan sabotase Saudi," kata Jannati kepada kantor berita Iran IRNA.
Para pejabat Saudi tidak segera memberikan respon atas pernyataan tersebut.
Ketegangan antara dua negara ini meningkat setelah eksekusi mati ulama Syiah Syeikh Nimr Al Nimr atas tuduhan kampanye terorisme pada 2 Januari lalu. Eksekusi ini memicu protes besar-besaran warga Iran yang berujung perusakan kantor Kedutaan Besar Arab Saudi.
Saudi segera bereaksi dengan menarik duta besar dan menutup kedutaan sekaligus kantor urusan haji di Iran. Hal itu membuat Iran kesulitan menjalankan pengurusan dokumen haji. Tidak hanya itu, Saudi juga mengusir duta besar Iran.
Sejak Februari, Switzerland menjadi perwakilan Saudi untuk pengurusan dokumen warga negara Iran yang akan ke Saudi maupun yang tinggal di Saudi. Swiss mendapatkan hak dari Saudi untuk memberikan pelayanan konsuler kepada Iran seperti penerbitan visa.
Jannati mengatakan pejabat Saudi tidak menerima permintaan Iran untuk memfasilitasi pengajuan visa ke kerajaan melalui Kedutaan Besar Swiss di Teheran. Hal itu dinilai menyulitkan Iran.
Bukan kali ini juga Iran mengeluarkan kecaman keras terkait pengelolaan haji. Berulang kali, Iran menilai Saudi tak sanggup mengelola penyelenggaraan haji.
Sumber: independent.co.uk
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Masalah Keuangan Berkepanjangan Bisa Berkaitan dengan Penuaan Otak Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Pemeriksaan Kesehatan yang Penting untuk Perempuan Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an


Tembus 21 Juta Views, 'Kasih Aba-Aba 2.0' Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok Untuk Sambut Shopee 9.9


Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Lihat Bukti di Balik Susu Formula Anak

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global