Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
'Kertas Pembunuh Bakteri' (Sumber: Banjarmasin.tribunnews.com)
Dream - Seorang peneliti pascadoktoral dari Carnegie Mellon University, Pittsburgh, Amerika Serikat (AS) berhasil menciptakan sebuah 'buku pembunuh bakteri'.
Buku ini sengaja dibuat dari kertas-kertas mengandung partikel nano perak atau tembaga yang mampu membunuh bakteri di dalam air.
Tiap halaman dari buku tersebut dapat disobek, dan sobekannya dapat digunakan untuk menjernihkan dan menyaring air hingga bersih. Air yang telah dicelupkan sobekan kertas ini aman diminum bahkan cenderung baik bagi kesehatan.
" Anda hanya perlu merobek kertas dari buku, menaruhnya di filter air sederhana, dan menuang air dari sungai, aliran, atau sumur. Hasilnya, air menjadi bersih dan bakteri akan mati," ujar penemu buku pembunuh bakteri, Dr Teri Dankovich.
Dilansir dari laman BBC News, Selasa 18 Agustus 2015, dalam ujicoba yang dilakukan di 25 sumber air tercemar di Afrika Selatan, Ghana, dan Bangladesh, kertas-kertas tersebut terbukti bisa menghilangkan hingga 99 persen dari bakteri yang ada.
Hasil uji coba juga memastikan bahwa satu halaman kertas ini bisa membersihkan hingga 100 liter air. Artinya, satu buku bisa membersihkan persediaan air bagi 1 orang selama 4 tahun.
Hasil ciptaan Dr Teri ini telah dipresentasikan dalam pertemuan American Chemical Society ke-250 di Boston, Amerika Serikat.
Rencananya, temuan canggih ini akan digunakan untuk membantu masyarakat di negara-negara berkembang yang memiliki kesulitan mengakses air bersih.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya