Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor
Ilmuwan Buktikan Covid-19 Virus Buatan Manusia (Shutterstock)
Dream - Meskipun beberapa negara sedang dalam peralihan menuju endemi Covid-19, huru-hara terkait kemunculan virus pertama di Wuhan, China ini masih belum selesai. Berbagai teori konspirasi berkembang dan masih seputar asal muasal virus yang telah menyebar hampir ke seluruh dunia ini.
Ahli epidemiologi sekaligus mantan wakil presiden EcoHealth Alliance, dr Andrew Huff, dalam buku 'The Truth About Wuhan' menyebut bahwa Covid-19 awalnya adalah buatan manusia hingga kemudian menyebar karena kebocoran di laboratorium di Wuhan.
dr Huff meyakini bahwa pandemi Covid-19 adalah hasil dari pendanaan pemerintah AS untuk rekayasa genetika virus corona yang berbahaya di China.
Namun karena eksperimen di China tidak dibarengi biosekuriti yang baik. Alhasil terjadi kebocoran di laboratorium di Institut Virologi Wuhan, yang kemudian memicu merebaknya virus Corona.
“ Laboratorium asing tidak memiliki langkah-langkah kontrol yang memadai untuk memastikan biosafety, biosecurity, dan manajemen risiko yang tepat, yang pada akhirnya mengakibatkan kebocoran laboratorium di Institut Virologi Wuhan,” kata Huff, dilansir dari New York Post.
Beberapa ahli percaya bahwa virus tersebut dapat lolos dari laboratorium melalui ilmuwan yang terinfeksi, atau melalui limbah pembuangan yang tidak tepat dari fasilitas tersebut.
Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan bahwa dia khawatir virus itu keluar dari laboratorium dalam sebuah kecelakaan besar pada 2019 lalu.
“ Cina tahu sejak hari pertama bahwa ini adalah agen rekayasa genetika. Pemerintah AS harus disalahkan atas transfer bioteknologi berbahaya ke China,” ujar dr. Huff dalam bukunya.
Diketahui, EcoHealth Alliance telah mempelajari berbagai virus corona pada kelelawar selama lebih dari sepuluh tahun didanai oleh National Institutes of Health dan menjalin kerjasama dengan laboratorium Wuhan.
dr Huff bekerja di EcoHealth Alliance pada 2014 hingga 2016 dan menjabat sebagai wakil presiden dari 2015, bekerja sebagai ilmuwan pemerintah AS.
Pada 2014, dr Huff diminta untuk meninjau proposal pendanaan berkaitan dengan pekerjaan peningkatan fungsi untuk menciptakan SARS-CoV-2, yang kemudian menyebabkan Covid-19.
Pekerjaan tersebut bertujuan melihat virus yang dibuat dalam menginfeksi manusia, untuk membantu peneliti menguji teori ilmiah, mengembangkan teknologi baru, dan menemukan pengobatan penyakit menular.
Namun, metode penelitian tersebut diyakini berisiko memicu masalah keselamatan dan keamanan, sehingga dilarang di banyak negara. Hal itu sempat dilarang di AS pada 2014, tapi kemudian diperkenalkan kembali oleh National Institutes of Health (NIH) pada 2017.
Menurut dr Huff, EcoHealth Alliance bekerja sama dengan laboratorium Wuhan untuk mendapatkan penelitian fungsi, dengan dukungan USAID.
Ia menyakini Covid-19 direkayasa secara genetik di Wuhan melalui serangkaian penelitian fungsi yang didanai oleh pemerintah AS. Kemudian karena keamanan yang buruk, terjadilah kebocoran laboratorium.
" Aliansi EcoHealth mengembangkan SARS-CoV-2 dan bertanggung jawab atas pengembangan agen SARS-CoV-2 selama saya bekerja di organisasi tersebut," ujarnya.
Laporan : Erdyandra Tri Sandiva
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis