Ilmuwan Kembangkan Organ Babi untuk Transplantasi

Reporter : Maulana Kautsar
Minggu, 5 November 2017 14:02
Ilmuwan Kembangkan Organ Babi untuk Transplantasi
Kamu setuju?

Dream - Transplantasi organ babi ke tubuh manusia hampir mendekati kenyataan. Luhan Yang, ilmuwan dari perusahaan bioteknologi eGenesis, berhasil menonaktifkan virus PERVs pada sel babi.

Upaya pengembangan rekayasa genetik ini muncul karena terbatasnya organ manusia untuk donor. Di Inggris, kematian akibat gagalnya transplantasi organ pada manusia mencapai 1000 orang setiap tahunnya.

The Newscientist, menuliskan jika dipilihnya babi sebagai `bahan` organ transplantasi di tubuh manusia karena kemiripan genetik dan anatomi babi dan manusia. Gagasan ini dikenal dengan nama xenotransplantasi.

Masalah dari xenotransplantasi muncul karena babi menyimpan mikroba misalnya virus hepatitis E, namun virus ini dapat dieliminasi dengan vaksi dan obat-obatan. Selain itu, babi memiliki virus genetis yang dikenal sebagai porcine endogenous retroviruses atau PERVs. Virus PERVs dapat menyebabkan kanker pada manusia.

Walakin, Luhan mampu menghentikan berkembangnya virus PERVs tersebut melalui teknik rekayasa genetik bernama CRISPR.

" Ini adalah langkah maju yang bagus untuk xenotransplantasi," kata Joachim Denner dari Robert Koch Institute di Jerman.

Sejauh ini, 37 anak babi dengan teknik rekayasa genetik tersebut. Sebanyak 15 diantara anak babi tersebut mampu bertahan hidup. Yang tertua berumur empat bulan.

Ilmuwan enggan berspekulasi kematian 12 anak babi tersebut karena rekayasa genetik. Ilmuwan genetik dari George Church Harvard University mengatakan kematian anak babi bisa disebabkan alasan lain, misalnya infeksi.

Ilmuwan saat ini berencana membuat babi yang secara genetis mampu memiliki kekebalan tubuh mirip manusia. Secara teori, pembuatan babi melalui rekayasa genetik ini akan membuat organ yang dicangkok ke tubuh manusia tidak bertabrakan dengan sistem kekebalan tubuh penerimanya.

Meski begitu, Robin Weiss dari University College London, yang pertama kali menemukan PERVs, mengatakan ada virus lain dalam genom babi yang secara teoritis dapat melintas ke orang-orang. Sehingga, walaupun risiko kanker atau masalah lainnya telah berkurang, hal itu belum sepenuhnya hilang.

(Sah)

Beri Komentar