Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Karakter Wolverine Dalam Cerita Fiksi X-Men (dailymail.co.uk)
Dream - Sebuah materi logam baru dengan titik leleh lebih tinggi dibanding struktur logam apa pun telah ditemukan para ilmuwan.
Campuran logam, yang merupakan kombinasi dari logam langka hafnium, karbon dan nitrogen, hanya akan mencair pada suhu lebih dari 4.126 derajat Celsius atau duapertiga suhu permukaan matahari.
Titik leleh ekstrem tersebut menjadikan logam dengan rumus kimia Hf-N-C ini calon kuat untuk membuat versi nyata dari adamantium. Adamantium merupakan logam yang hampir tidak bisa dihancurkan dalam cerita fiksi X-Men.
Logam ini terkandung dalam tubuh karakter Wolverine dalam bentuk tulang dan senjata. Cakar Wolverine disebut terbuat dari logam ini.
Para ilmuwan mengembangkan materi logam baru tersebut menggunakan simulasi komputer untuk menghitung komposisi optimal yang akan menghasilkan titik leleh ekstrem. Kini mereka akan melakukan pencampuran dan menguji sifat-sifat materi logam tersebut di laboratorium.
" Keuntungan menggunakan simulasi adalah kami bisa membuat berbagai variasi kombinasi dari hafnium, karbon dan nitrogen dengan murah. Sehingga bisa menemukan satu jenis logam baru yang punya titik leleh ekstrem," kata Profesor Axel van de Walle, seorang insinyur di Brown University, Rhode Island, yang memimpin penelitian.
Sebelum para ilmuwan berhasil menemukan materi ini, rekor titik leleh logam tertinggi dipegang oleh materi yang terbuat dari campuran hafnium, tantalum dan karbon. Campuran dari tiga unsur itu hanya bisa meleleh pada suhu 3.526°C.
Kebanyakan logam memerlukan suhu tinggi untuk mencair karena memiliki struktur molekul yang stabil memerlukan banyak energi untuk bisa meleleh.
Profesor van de Walle dan Dr Qijun Hong, yang juga terlibat dalam penelitian, mengatakan penelitian mereka bisa membantu dunia industri dalam mengembangkan perisai tahan panas jenis baru pada pesawat ruang angkasa atau yang digunakan dalam turbin gas.
Tetapi, mereka memperingatkan pemanfaatan sesungguhnya dari Hf-N-C masih belum bisa dipastikan sebelum dilakukan pengujian sifat-sifat lainnya. Masalahnya, menurut Van de Walle, titik leleh bukan satu-satunya cara untuk menguji sifat-sifat sebuah materi logam.
" Kami masih perlu melakukan pengujian seperti sifat-sifat mekanis, ketahanan terhadap karat, dan sifat-sifat logam lainnya."
Dalam proses pencampuran materi logam tersebut, para ilmuwan juga akan bekerja sama dengan University of California.
Sumber: dailymail.co.uk
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya