Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar (kemenag.go.id)
Dream - Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, mengajak umat Islam untuk memanfaatkan tahun baru Hijriah sebagai momentun berhijrah. Dia mengingatkan agar setiap Muslim menjadi pribadi lebih baik di tahun depan.
" Dalam berhijrah, kita harus naik tingkat, seperti menjadi orang yang lebih sabar, lebih ikhlas, dan lebih bersyukur," ujar Nasaruddin, dikutip dari kemenag.go.id, Senin 17 September 2018.
Menurut Nasaruddin, sabar terbagi dalam tiga tingkatan. Ketiganya yaitu sabir, masabir, dan asshabur.
" Jika saat ini kesabaran kita masih di tingkat sabir, maka tahun ini harus naik tingkat menjadi orang yang lebih sabar dan menjadi orang yang sabarnya tanpa batas," kata dia.
Selain itu, Nasaruddin juga mengimbau umat Islam semakin memupuk keikhlasan dalam menjalani kehidupan. Menurut dia, ikhlas juga terbagi menjadi mukhlis dan mukhlas.
Mukhlis adalah orang yang ikhlas melakukan segala kebajikan tetapi masih mengingat perbuatannya. Hal itu berpotensi untuk menjadi riya.
Sedangkan mukhlas adalah ikhlas melakukan kebajikan. Tetapi, seorang yang mukhlas tidak bersedia kebaikannya diketahui orang lain, apalagi sampai dipuji.
" Selain itu, umat Islam juga harus memiliki rasa syukur kepada Allah SWT," kata Nasaruddin.
Nasaruddin mengingatkan segala musibah merupakan wujud cinta dari Allah SWT kepada hamba-Nya.
Sehingga, sepatutnya kita mendekatkan diri kepara Sang Pencipta setiap kali mendapatkan musibah.
" Tidak perlu juga kita menghakimi atas dosa orang lain. Cukup Allah yang akan menghakimi. Karena biasanya siapa yang menggali lubang, dia sendiri yang akan masuk ke dalamnya," tutur Nasaruddin.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya