Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi
Dream - Indonesia turut serta dalam penanganan tsunami Covid-19 di India. Hal ini ditunjukkan dengan pengiriman hibah kemanusiaan menggunakan pesawat Garuda Indonesia.
" Pada siang ini pukul 14.00 WIB dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia, Indonesia akan memberangkatkan bantuan hibah kemanusiaan ke India," ujar Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Hibah bantuan tersebut berupa 200 unit oxygen concentrator (oksigen konsentrator). Ini merupakan bantuan kedua yang dikirimkan Indonesia untuk India.
Retno mengatakan pada 10 Mei 2021, Pemerintah Indonesia bersama asosiasi dan pelaku industri mengirimkan 1.400 tabung oksigen silinder ke India. Dia menyatakan bantuan kemanusiaan ini adalah wujud solidaritas bangsa dan rakyat Indonesia ke India.
" Bantuan kemanusiaan ini diharapkan dapat membantu India dalam menangani pandemi Covid-19," kata Retno.
Selanjutnya, Retno mengatakan Indonesia dan India merupakan sahabat lama. Kedua negara telah lama menjadi mitra, dimulai sejak Presiden Soekarno.
" Indonesia dan India mitra strategis. Persahabatan dua negara telah terjalin sejak masa Presiden Sukarno dan Perdana Menteri Jawaharlal Nehru sampai sekarang di masa pemerintahan Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Modi," ucap Retno.
Demikian halnya dengan penanganan pandemi Covid-19. Indonesia dan India sudah menjalin kerja sama sejak awal pandemi dalam pengadaan bahan baku vaksin.
" Saya ingat betul karena saya langsung melakukan komunikasi dengan Menteri Luar Negeri India bagaimana Pemerintah India memfasilitasi sehingga ekspor bahan baku obat yang pada saat itu sangat diperlukan oleh Indonesia dapat diperoleh Indonesia, India juga berperan penting dalam mendukung pengadaan vaksin melalui kerangka multilateral melalui COVAX facility," jelas Retno.
Selain itu, Retno menerangkan bantuan yang dikirimkan untuk negara sahabat bukanlah hal pertama. Sebelumnya Indonesia pernah mengirim bantuan ke Wuhan, Tiongkok dan Palestina.
" Indonesia juga memberikan bantuan kepada sahabat kita di Palestina, dan negara-negara Pasifik. Indonesia juga berkontribusi melalui CEPI untuk mendukung akses setara vaksin bagi semua negara," kata Retno.
Sebagai informasi, oksigen konsentrator adalah alat medis untuk pasien yang kesulitan bernapas. Alat ini mengubah udara di sekitar menjadi oksigen murni.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya