Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mukidi (CeritaMukidi.Wordpress.com)
Dream - Humor Mukidi tiba-tiba menyebar secara viral. Di berbagai grup messenger WhatsApp juga sosial media. Entah siapa yang memulai, humor Mukidi yang begitu Indonesia itu menjadi perbincangan.
Semua humor yang mengocok perut itu bersumber dari blog Cerita Mukidi dengan akun twitter @CeritaMukidi.
Siapa tokoh Mukidi itu? Disebutkan, Mukidi berasal dari Cilacap, Jawa Tengah. Tipikal orang yang biasa saja, tidak terlalu alim, mudah akrab dengan siapa saja.
Punya karir tapi kadang-kadang bisa menjadi apa saja. Istrinya Markonah, juga punya karir tapi tidak terlalu istimewa. Anak mereka 2 orang, Mukirin yang sudah remaja dan Mukiran yang masih duduk di bangku SD. Sahabatnya adalah Wakijan.
Postingan blog Cerita Mukidi dimulai sejak empat tahun lalu, Agustus 2012. Banyak kategori humor di dalamnya. Begitu kaya. Tapi isi blog Cerita Mukidi tak melulu soal humor. Ada pula wejangan-wejangan, tausiyah dan sejenisnya.
Berikut beberapa humor Mukidi:
When The Cookie Jar Is Empty 2, 18 Juli 2013
Markonah belanja untuk bikin kue lebaran
" Mas ada terigu?"
" Gak ada bu"
" Telor?"
" Kosong bu?"
" Gula pasir?"
" Habis"
" Terigu gak ada, telor kosong, gula pasir habis. Kenapa gak ditutup saja tokonya?"
" Kuncinya gak ada bu."
© Dream
Dream - Judul: No Mercy, 24 Juni 2013.
Mukidi melihat mbah Kartinem sedang kebingungan di kantor pos.
" Bisa saya bantu nek?"
" Tolong pasangin perangko sama tulis alamatnya nak."
" Ada lagi nek?"
" Bisa bantuin tulis isi suratnya sekalian?" Mukidi mengangguk. Si mbah lalu mendiktekan surat sampai selesai.
" Cukup nek?"
" Satu lagi nak. Tolong di bawah ditulis: maaf tulisan nenek jelek."
© Dream
Dream - Judul: Math, 24 Juni 2013
Wakijan sudah insyaf dan mulai rajin ngaji.
" Mas Wakijan, sholat Subuh ada berapa rakaat?" Ustad ngetes.
" 4, ustad!"
" Mas Wakijan pulang dulu deh, cari jawaban yang benar."
Di tengah jalan Wakijan ketemu Mukidi sahabatnya: “ Di, menurut kamu sholat Subuh ada berapa rakaat?”
" Ya 2 lah."
" Wah payah dah, mendingan lu pulang deh. Belajar lagi."
" Emang kenapa?"
" Nah gue bilang 4 aja masing salah, apalagi 2?"
© Dream
Dream - Judul: The Brake, 3 Juni 2013
Mukidi mendatangi bengkel langganannya
“ Mas, gimana sih, saya sudah 3 kali bolak-balik kemari tapi remnya kata istri saya masih terlalu jauh.”
“ Pak, daripada bolak-balik ganti rem, mengapa bukan istri bapak saja yang diganti?“
© Dream
Dream - Judul: The Mask Effect, 18 Agustus 2012
Menjelang Idul Fitri Markonah tertarik membeli kosmetik mahal asli Paris bukan beli dari MLM seperti teman-temannya. Kosmetik ajaib yang lebih mahal dari Bobbi Brown, Stila, dan Mac menurut salesgirlnya memberi garansi, pemakainya akan tampil jauh lebih muda dari usianya.
Setelah berjam-jam duduk di depan meja rias, mengoleskan kosmetik ‘ajaib’ nya, dia bertanya kepada Mukidi, sang suami:
“ Mas, sejujurnya berapa tahun kira-kira usiaku sekarang?”
Mukidi memandang lekat-lekat istrinya tercinta.
“ Kalau dilihat dari kulitmu, usiamu 20 tahun; rambutmu, hm…18 tahun….penampilanmu; 25 tahun…”
“ Ah mas Mukidi pasti cuman menggoda,” Markonah tersipu manja.
“ Tunggu dulu sayang, saya ambil kalkulator….. saya jumlahkan dulu ya…..”
© Dream
Dream - Judul: Lunch, 21 Juni 2013
Pulang Jumatan, Mukidi diajak ustad yang mengisi khutbah siang ini makan siang di Sederhana. Maklum amplop pak ustad siang ini cukup tebal.
" Ayo mas, sikat saja…" kata ustad, begitu makanan selesai dihidangkan. Bagaikan musafir yang menemukan air di padang pasir, Mukidi mengawali makan siangnya dengan ayam pop lengkap, lalu gulai kepala ikan, giliran berikutnya udang goreng yang menggoda. Pak ustad juga tak kalah gesit. Yang penting halal, lagipula mentraktir orang, besar pahalanya.
Mukidi melengkapi makan siang yang mengesankan itu dengan jus durian. Pak ustad memanggil pelayan untuk menghitung jumlah makanan yang mereka embat. Seperti biasa, si pelayan cekatan sekali menghitung tanpa kalkulator.
“ Ustad, apa doanya sesudah makan?” tanya Mukidi sambil mencuci tangan “ Astaghfirullah!” ustad berseru.
“ Loh doanya sudah ganti ya? ko astaghfirullah?”
“ Bukan! itu doa kalau melihat bon makan siang….”
© Dream
Dream - Salah Sambung
Ketika waktu istirahat, Mukidi memasuki kantin karyawan di pabriknya pada hari pertama dia bekerja di perusahaan itu. Gadis pelayan kantin menyambutnya dengan ramah.
“ Selamat siang mas Wakijan, mau makan apa?” Mukidi kaget atas sambutan akrab tadi walaupun dia kaget karena dipanggil sebagai Wakijan. Tadinya dia mau menjelaskan nama sebenarnya, namun karena pengunjung makin bertambah dan pelayan makin sibuk maka dia diam saja : “ What is in a name?” pikirnya.
Mukidi memilih menu, lalu menunggu pesanannya.Makan siang berikutnya demikian pula, kembali si mbak pelayan melayaninya dengan akrab dan masih tetap memanggilnya Wakijan.
Hari berikutnya masih begitu, dan dia berusaha mendiamkan kekeliruan ini berlangsung terus, sampai sebulan kemudian karena merasa tidak tahan dengan kelirumologi itu, suatu kali makan siang dia sengaja tidak buru-buru kembali ke kantor dan mengajak bicara si mbak pelayan yang sok akrab itu.
“ Mbak, dengarkan baik-baik ya, nama saya Mukidi bukan Wakijan!” Mukidi menjelaskan dengan mantap, “ ingat ya, Mukidi..” sementara si mbak hanya senyam-senyum saja.
Keesokan harinya ketika istirahat makan siang si mbak kantin berlari-lari menyambutnya lebih semangat dari hari-hari sebelumnya.
“ Mas Wakijan….mas Wakijan…ke sini deh saya bilangin..” si mbak menggandengnya dan menarik kursi duduk berhadapan, lalu:
“ Mas Wakijan percaya nggak, kemarin ada orang miriiiip sekali sama mas Wakijan. Namanya Mukidi!” Mukidi hampir pingsan…
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya