Tersangka Kerusuhan 22 Mei Ajak Anggota Grup WhatsApp Serang Jokowi di Johar

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Rabu, 22 Mei 2019 21:10
Tersangka Kerusuhan 22 Mei Ajak Anggota Grup WhatsApp Serang Jokowi di Johar
Dari salah satu tersangka polisi menemukan perbincangan di grup aplikasi pesan WhatsApp yang berisi pesan provokatif.

Dream - Polisi sudah menetapkan 257 tersangka dari tiga lokasi kerusuhan di Jakarta. Dari salah satu tersangka polisi menemukan perbincangan di grup aplikasi pesan WhatsApp yang berisi pesan provokatif.

" Di belakang saya ini, ada tersangka provokator. Dia menggugah kata-kata di WhatsApp grup," ujar Kapala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa 22 Mei 2019.

Provokator itu, lanjut Argo, mengirim kata-kata provokatif ke grup WhatsApp yang berisi yakni, " Persiapan Buat Perang, yang Lain Mana?" . Ada pula, kata Argo, pesan seperti, " Rusuh Sudah Sampai Tanah Abang kok, Sudah Sampai Bakar-bakaran."

Ada juga kata-kata provokatif lainnya yakni, " Ngga Bisa Lewat ke Tanah Abang udeh Ditutup Jalannye," juga pesan yang tak kalah provokatif lainnya, " Live Kompas, Jokowi di Johar, Ayo Kita Serang."

" Jadi dia mengajak, di WhatsApp grup menyampaikan. Sudah jelas disini untuk mengajak," ujar Argo lagi.

Untuk diketahui, Jokowi diketahui mendeklarasikan kemenangannya di kawasan deret, kawasan Johar, Jakarta, pada 21 Mei 2019. Jokowi hadir bersama pasangannya, wakil presiden terpilih, KH Maruf Amin. 

Sebelumyna disampaikan, sebanyak 257 tersangka itu dibekuk dari tiga lokasi berbeda yakni di sekitar gedung Bawaslu sebanyak 72 tersangka, dari kawasan Petamburan sebanyak 156 tersangka, dan lokasi di Gambir sebanyak 29 tersangka. (ism)

1 dari 3 halaman

Polisi Tetapkan 257 Tersangka Kerusuhan 22 Mei

Dream - Polda Metro Jaya menetapkan 257 pelaku kerusuhan sebagai tersangka dalam aksi 21-22 Mei 2019.

" Kita lakukan penangkapan terhadap sekelompok massa yang melakukan kerusuhan dari 3 lokasi, total ada 257 tersangka," kata Kapala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa 22 Mei 2019.

Sebanyak 257 tersangka itu dibekuk dari tiga lokasi berbeda yakni di sekitar gedung Bawaslu sebanyak 72 tersangka, dari kawasan Petamburan sebanyak 156 tersangka, dan lokasi di Gambir sebanyak 29 tersangka.

" Mereka--berasal dari luar Jakarta--ada yang melakukan pembakaran asrama dan melawan petugas," imbuh Argo.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya adalah mercon, petasan, bom molotov dan celurit.

Selain itu, petugas juga mengamankan uang di dalam amplop yang sudah tertulis nama-nama penerima uang sebesar Rp200 ribu sampai 500 ribu. Ada juga amplop berisi uang Rp5 juta untuk operasional. 

2 dari 3 halaman

Ini Grand Design Dalang Kerusuhan 22 Mei

Dream - Polri menduga aksi-aksi kerusuhan setelah demo damai di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merupakan rancangan pihak tertentu. Dugaan itu diperkuat dengan ditemukannya senjata api ilegal beserta amunisinya ke Tanah Air.

 Kerusuhan di Tanah Abang, Jakarta Pusat

" Ini senjata panjang jenis M4 yang dilengkapi peredam. Jadi kalau ditembakkan suaranya tidak kedengaran. Juga dilengkapi tanpa pisir (alat pembidik). Ini artinya bisa dipakai untuk teleskop untuk sniper," terang Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dalam keterangan pers bersama di Kantor Kemenko Polhukam, JakartaPusat, Rabu 22 Mei 2019.

Tito menyebut polisi tak cuma menemukan senjata api jenis M4 tapi juga senjata revolver Taurus, pistol Glock 22, dan 2 dus peluru yang berisi sekitar 60 butir.

Sebanyak tiga orang ditangkap atas kepemilikan senjata-senjata api berikut amunisinya. Salah satu yang dibekuk yakni mantan Danjen Kopassus Mayjen (Purn) TNI Soenarko.

Lalu, apa rencana para pelaku kerusuhan dengan kepemilikan senjata api yang begitu berbahaya itu? Tito menyebut ada design besar untuk menyudutkan aparat Polri dan TNI sehingga menjadi tertuduh pelaku penembakan.

" Kami mendapat info akan ada rencana aksi 22 Mei. Akan ada aksi penembakan termasuk penembakan terhadap massa supaya nanti diciptakan martir. Seolah-olah yang melakukan penembakan adalah dari aparat. Sehingga, timbul kemarahan publik menjadi martir untuk pembenar langkah-langkah berikutnya," jelas Tito.

Tito menekankan, massa yang melakukan aksi damai di Bawaslu kemarin siang berbeda dengan massa yang melakukan kerusuhan malam harinya. Massa yang aksi damai di Bawaslu sudah membubarkan diri saat Maghrib tiba.

" Tapi sekitar pukul 23.00, ada massa sekitar 300-400 orang mendatangi Bawaslu dari arah Tanah Abang dan langsung melempari anggota yang ada di sana dengan alat-alat yang membahayakan. Seperti batu besar, sampai ke conblock, bom molotov dan juga petasan," jelas Tito yang didampingi Menko Polhukam Wiranto dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. (ism)

3 dari 3 halaman

Wiranto: Kami Tahu Dalang Kerusuhan 22 Mei

Dream - Wiranto mengaku telah mengetahui dalang kerusuhan Jakarta pada 22 Mei 2019. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, itu memastikan intelijen sudah mengetahui perkembangan situasi sebelum dan sesudah Pemilu 2019.

" Kalau saudara-saudara jeli, mengamati berbagai kasus yangg terjadi, ada keterkaitan kasus satu dengan yang lain," kata Wiranto di kantornya, Jakarta.

Berdasarkan pengamatan tersebut, Wiranto mengklaim telah mengetaui dalang kerusuhan tersebut. Namun hingga saat ini pemerintah masih melakukan kajian yang lebih mendalam.

" Jangan dikira kita belum tahu, tapi ada hal-hal menyangkut hukum, ada prosedur-prosedur yang harus kita taati," tambah dia.

 

Beri Komentar
Reaksi Mainaka yang Bikin Nia Ramadhani Menangis