Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Amien Rais Pengumuman Partai Ummat (Foto: Pojoksatu.id)
Dream - Amien Rais resmi mengumumkan partai politik barunya, yakni Partai Ummat. Pengumuman itu disampaikan Amien Rais melalui akun YouTube milikinya, Kamis 1 Oktober 2020 siang.
“ Mukaddimah, Partai Ummat,” tutur Amien dalam video tersebut.
Menurutnya, harus ada segolongan umat manusia yang berikhtiar untuk menegakkan keadilan sekaligus melawan kezaliman.
Hal itu pula yang mendasari niatnya mendirikan parpol baru, yakni Partai Ummat. “ Secara sistematik, lewat perjuangan partai politik,” kata Amien.
Partai baru milik Amien Rais itu, bertekad dan berjuang bersama anak bangsa lainnya.
“ Untuk melawan kezaliman dan mengakkan keadilan,” katanya.
Selain itu, Partai Ummat akan bekerja dan berjuang memegang teguh Pancasila serta UUD 1945.
“ Dan semua aturan demokrasi universal,” kata Amien
Amien menyatakan, berdasarkan sejarah umat manusia, negara menjadi satu-satunya yang bisa melakukan kezaliman kolosal. Pasalnya, negara memiliki sarana dan aparat yang lengkap serta kekuasaan yang paling besar.
“ Negara dapat melancarakan kezaliman politik, kezaliman ekonomi, kezaliman sosial, kezaliman hukum, bahkan kezaliman kemanusian,” jelasnya.
Amien menyatakan, berdasarkan sejarah umat manusia, negara menjadi satu-satunya yang bisa melakukan kezaliman kolosal.
Pasalnya, negara memiliki sarana dan aparat yang lengkap serta kekuasaan yang paling besar.
“ Negara dapat melancarakan kezaliman politik, kezaliman ekonomi, kezaliman sosial, kezaliman hukum, bahkan kezaliman kemanusian,” jelasnya.
Akan tetapi, sambungnya, hanya negara pula yang bisa meneggakkan keadilan secara merata.
Kendati demikian, kata Amien, semua tergantung pada pemerintah yang sedang berkuasa.
“ Apakah sedang membela kepentingan rakyat dan ummat, atau sebaliknya sedang membela kepentingan konglingmerat dan korporatokrat,” sambungnya.
Sumber: pojoksatu.id
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram