Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Pasien Covid-19 (Foto: Merdeka.com)
Dream - Seorang pasien positif Covid-19 asal Kabupaten Nagan Raya, Aceh, bernama Teuku Muhammad Fajar, 24 tahun, berbagi kisah tentang beratnya melawan corona.
“ Ngeri terinfeksi covid, bawaannya pusing seperti orang mabuk,” kata Fajar, Kamis 1 September 2020, dikutip dari Merdeka.com.
Fajar merupakan tenaga kesehatan asal Kecamatan Tripa Makmur, Nagan Raya, Aceh. Menurut dia, gejala awal saat terserang Covid-19, dia merasakan perasaan gelisah dengan kondisi jantung berdebar-debar.
" Serta disertai pusing dan mual," katanya.
Bahkan dirinya merasakan sakit di bagian perut dan disertai pusing di bagian kepala dan mual.
Saat merasakan gejala itu, Fajar sudah menduga jika dirinya terpapar Covid-19. Dugaan itu muncul karena dia merawat pasien positif Covid-19 di rumah sakit di Nagan Raya, Aceh.
Sejak merasakan gejala yang tidak biasa, ia kemudian melakukan pemeriksaan kesehatan dan melakukan tes usap (swab) untuk memastikan apakah positif terinfeksi Covid-19 atau tidak.
Tes usap itu ia lakukan pada 17 September 2020 lalu di Nagan Raya, Aceh.
Namun berdasarkan data hasil pemeriksaan kesehatan dirinya yang dirilis dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Aceh di Banda Aceh pada Selasa, 22 September lalu, ia dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.
Fajar juga mengaku sudah melihat langsung bagaimana kondisi pasien yang positif terinfeksi Covid-19, karena bisa menyebabkan pernapasan seseorang terganggu dan menyebabkan kematian.
" Saya pikir Covid-19 cuma politik saja agar dananya turun (cair), rupanya beneran ada, kesusahan kalau sempat terinfeksi," katanya menuturkan.
Belajar dari pengalaman yang ia rasakan saat ini, ia meminta kepada masyarakat di Aceh agar percaya bahwa penyakit yang disebabkan oleh virus COVID-19 memang benar-benar ada dan bukan rekayasa, seperti banyak informasi palsu (hoaks) yang selama ini beredar luas.
Ia juga mengaku saat ini masih menjalani proses penyembuhan di sebuah mess di Suka Makmuel, Kabupaten Nagan Raya, Aceh.
Fajar juga berpesan agar masyarakat percaya bahwa virus corona memang ada.
Ia juga turut memberi semangat kepada rekan-rekan medis yang saat ini berjuang dan membantu masyarakat yang ikut terpapar virus corona.
Meski masih menjalani penyembuhan, TM Fajar juga turut membagi pengalaman dirinya agar tidak terinfeksi COVID-19 yakni dengan meningkatkan daya tahan tubuh, agar tubuh dapat melawan serangan virus.
Tentunya juga disertai dengan mengonsumsi vitamin, berjemur di terik matahari pagi, dan mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.
" Insya Allah, kalau tidak ada penyakit bawaan (penyakit penyerta) akan sembuh, yang penting jangan panik," kata TM Fajar mengingatkan.
Sumber: merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya