Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kepala Pusat Data Informasi Dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho (Liputan6.com)
Dream - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan belum semua pengungsi gempa Lombok dapat tertangani. Para pengungsi masih berada di lapangan maupun halaman rumah mereka dan bertahan dengan perlengkapan seadanya.
Untuk masyarakat yang ingin berdonasi, Sutopo mengatakan, kebutuhan mendesak yang diperlukan para pengungsi saat ini adalah bahan pangan. Juga dibutuhkan sejumlah fasilitas penampungan pengungsi.
" Kebutuhan mendesak saat ini adalah permakanan khususnya makanan siap saji, air mineral, air bersih, tenda, terpal, tikar, selimut, pakaian, makanan penambah gizi, layanan trauma healing, dapur umum, obat-obatan, pelayanan kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya," ujar Sutopo dalam konferensi pers di kantornya, Senin 6 Agustus 2018.
Sutopo mengatakan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menetapkan masa tanggap darurat hingga 11 Agustus mendatang. BNPB telah mengirimkan 21 ton bantuan logistik dan peralatan untuk para pengungsi.
" Dua helikopter BNPB diperbantukan untuk penanganan darurat. TNI memberangkatkan 3 pesawat Hercules C-130 untuk mengirim satgas kesehatan dengan membawa obat-obatan, logistik, tenda, dan alat komunikasi," ucap dia.
Selain itu, Basarnas dan beberapa tim kemanusiaan terus menjalankan evakuasi terhadap para korban di sejumlah titik. Evakuasi juga dilakukan terhadap sejumlah wisatawan dan penduduk Gili Trawangan dan Gili Meno.
Hingga pukul 10.00 WIB, BNPB mencatat jumlah korban jiwa mencapai 91 orang dan 209 korban mengalami luka akibat gempa Lombok. Sutopo memperkirakan jumlah korban dan bangunan rusak terus bertambah.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya