6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
(Foto: Twitter @INABadminton)
Dream - Atlet bulu tangkis legendaris, Markis Kido, meninggal pada Senin, 14 Juni 2021. Meninggalnya Markis cukup mengagetkan lantaran terjadi secara tiba-tiba.
Veteran bulu tangkis Indonesia, Yuni Kartika, sempat menyebarkan kabar itu lewat media sosial. Saat dihubungi, dia menjelaskan penyebab kematian Markis.
" Serangan jantung," ujar Yuni, dikutip dari Liputan6.com.
Markis adalah juara dunia bulu tangkis kategori ganda putra bersama Hendra Kurniawan. Pasangan ini menjuarai World Championship pada 2007 dan menyumbang emas untuk Indonesia di ajang Olimpiade Beijing 2008.
Dream - Duka kembali menyapa dunia olahraga Indonesia. Legenda bulu tangkis Markis Kido meninggal dunia pada Senin, 14 Juni 2021.
Diduga, Markis meninggal akibat serangan jantung. Dia sempat bermain bulu tangkis beberapa saat sebelum meninggal.
Markis pernah menjadi andalan Indonesia di ajang bulu tangkis. Dia menorehkan banyak sekali prestasi dan mengharumkan nama bangsa lewat olahraga.
Eks atlet kelahiran Jakarta, 11 Agustus 1984 bersama pasangan ganda putra Hendra Setiawan menduduki peringkat pertama dunia. Pasangan ini menjadi andalan Indonesia selepas Chandra Wijaya-Sigit Budiarto pensiun serta pamor Luluk Hadianto-Alvent Yulianto Chandra meredup.
Gelar juara dunia diraih Markis bersama Hendra untuk pertama kali pada 2007. Setahun kemudian, Markis menyumbang medali emas pada Olimpiade Beijing 2008 di sektor ganda putra bulu tangkis.
Pasangan ini mulai rajin meraih juara 1 di sejumlah kejuaraan pada 2005, tepatnya pada ajang Djarum Indonesia Open. Karir Markis bersama Hendra pun mulai menanjak dengan menjuarai sejumlah pertandingan bergengsi.
Markis dan Hendra menjadi juara 1 di Hongkong Open 2006. Kemudian berdiri di podium pertama World Championship 2007.
Pada 2008, keduanya juga menyabet emas di ajang Malaysia Open. Di tahun yang sama, Markis dan Hendra mengibarkan Merah Putih pada ajang Olimpiade di Beijing.
Markis dan Hendra sempat keluar Pelatnas pada 2009 akibat ketidakcocokan pengelolaan. Meski demikian, keduanya terus berkarir dan pada 2012 meraih juara di Singapore Open.
(Dari berbagai sumber)
Dream - Kabar duka datang dari dunia bulu tangkis Indonesia. Legenda ganda putra Indonesia, Markis Kido meninggal dunia, Senin 14 Juni 2021.
Berita duka itu disampaikan oleh akun Twitter resmi humas dan media, Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).
" Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah meninggal dunia salah satu pahlawan bulutangkis Indonesia, peraih emas Olimpiade Beijing 2008, Markis Kido," cuit @INABadminton.
Mereka juga mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Soal penyebab meninggalnya Markis Kido di usia 36 tahun, diduga karena serangan jantung.
Markis Kido lahir di Jakarta, 11 Agustus 1984 salah satu pemain bulu tangkis Indonesia yang terkenal kuat di nomor ganda putra.
Saat ini ia berpasangan dengan Hendra Setiawan dan menduduki peringkat pertama dunia IBF untuk ganda putra.Mereka adalah pasangan andalan Indonesia setelah pensiunnya pasangan Chandra Wijaya/Sigit Budiarto dan meredupnya pasangan Luluk Hadianto/Alvent Yulianto Chandra.
Markis Kido bersama pasangannya Hendra Setiawan berhasil meraih Juara dunia tahun 2007 dan meraih medali emas pertama untuk Indonesia di Olimpiade Beijing 2008 untuk cabang bulu tangkis ganda putra. Selamat jalan Kido!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya