Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Banjir sempat melanda sejumlah titik di kawasan DKI Jakarta dan sekitarnya pada hari ini, (Selasa, 21 Februari 2017). Tinggi air di sebagian wilayah dilaporkan sudah mulai surut.
Meski demikian, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengingatkan potensi banjir di Jakarta masih tetap ada. Ini dipicu pesatnya pembangunan infrastruktur yang tidak dibarengi pembangunan saluran air memadai.
" Sementara itu kapasitas drainase dan sungai jauh lebih kecil dari pada debit aliran permukaan. Akibatnya banjir dan genangan terjadi di mana-mana," kata Sutopo dalam keterangan tertulis diterima Dream, Selasa, 21 Februari 2017.
Sutopo menilai sejumlah sungai di Jakarta telah menyempit akibat derasnya pembangunan. Untuk itu, dia menyatakan perlunya pengendalian dalam penataan ruang Ibukota.
" Penataan ruang harus dikendalikan. Daerah-daerah sempadan sungai, kawasan resapan air dan kawasan lindung harus dikembalikan ke fungsinya," ucap dia.
Menurut Sutopo, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak mungkin dapat mengatasi banjir secara sendiri. Dibutuhkan peran serta masyarakat dalam penanganan banjir secara bersama.
" Semuanya harus kerja sama, baik pemerintah pusat dan Pemda," ujar dia.
Dalam catatan yang dihimpun BNPB, banjir masih berpotensi terjadi di hampir sebagian besar kawasan DKI Jakarta. Berikut titik-titik banjir DKI Jakarta.
Jakarta Barat
- Cengkareng Timur RW 03
- Tambora RW 01
- Meruya
- Kembangan Selatan
- Kalideres
- Duri Kosambi
- Duri Kepa
- Cengkareng Timur
- Kapuk
- Jembatan Lima
- Jelambar Baru
Jakarta Timur
- Cipinang Melayu RW 03&04
- Cipinang Muara RW 13
- Rawamangun
- Jatinegara
- Penggilingan
- Duren Sawit
- Klender
- Pondok Kelapa
- Kebon Pala
- Cipinang Cempedak
- Makasar
- Batu Ampar
- Kelapa Dua Wetan
Jakarta Selatan
- Petukangan Selatan RW 06
- Cilandak
- Grogol Utara
- Pela Mampang
- Tebet Timur
- Karet
- Bendungan Hilir
Jakarta Pusat
- Gambir
- Cempaka Putih
- Petojo utara
- Mangga Besar
- Pasar Baru
- Kartini
Ketinggian di daerah ini diperkirakan 10-70 cm
Jakarta Utara
- Penjaringan
- Ancol
- Pademangan
- Sunter Agung
- Sungai Bambu
- Tugu Utara
- Sempet Barat
- Sunter Jaya
- Kelapa Gading Barat
- Kelapa Gading Timur
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya