Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Mempelai Wanita Diantar Perahu Karet Hingga Ke Dalam KUA Mampang (kemenag.go.id)
Dream - Banjir tak menghalangi sepasang muda-mudi, Mansyur (22) dan Maya Marlina (21) untuk melafalkan janji suci pernikahan. Keduanya menikah meski tempat tinggalnya di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, terendam banjir setinggi 70 sentimeter.
Mansyur dan Maya telah menetapkan tanggal 21 Februari 2017 sebagai hari pernikahan mereka jauh-jauh hari. Banjir tidak pernah terlintas di benak keduanya.
Meski begitu, rona kebahagiaan tetap terpancar dari wajah sepasang pengantin ini. Pernikahan keduanya semakin berwarna saat diantar ke KUA menggunakan perahu karet.
Banjir telah merendam akses menuju KUA dengan ketinggian sepinggang orang dewasa. Air pun menggenangi seluruh ruangan di lantai dasar KUA.
Bahkan, Balai Nikah dan Manasik Haji yang lazim dimanfaatkan untuk pencatatan nikah tidak bisa digunakan. Alhasil, pencatatan nikah dilakukan di lantai dua KUA Mampang.
Untuk bisa menuju ke lantai dua, mempelai pengantin ini diantar perahu karet sampai ke dalam KUA hingga posisi terdekat dengan tangga. Sesampai di tangga, Mansyur dan Maya turun dari perahu dan menuju meja pencatatan nikah.

Akad nikah pun berlangsung di tengah suasana penuh haru. Padamnya listrik akibat banjir membuat suasana semakin terasa khidmat.
Maya mengaku bahagia meski menikah di tengah banjir. Dia mengatakan pernikahannya akan menjadi kenangan indah yang tidak akan terlupa.
" Ini jadi kenang-kenangan kami deh, nikah pas banjir di KUA. Karena sudah dijadwalkan hari ini, dan kami semua rapi, jadi ya tetap berangkat ke KUA," ujar Maya, dikutip dari kemenag.go.id, Selasa 21 Februari 2017.
" Lagi pula, petugas KUAnya dan Kepala KUA yang jadi penghulu kami sudah standby di KUA. Katanya ditunggu sampai sore juga," kata Maya.
Kepala KUA Mampang, Asep Edwan, mengatakan, kantornya memang tetap akan memberikan pelayanan bagi masyarakat meski dilanda banjir. Bahkan, kata dia, KUA Mampang tetap beroperasi seperti hari biasa hingga pukul 16.00 WIB.
" Alhamdulillah, kami sebagai bagian dari Kementerian Agama, meski banjir kami tetap melayani masyarakat dengan penuh keikhlasan dan dedikasi," tutur Asep.
Dia mengatakan, respons masyarakat cukup positif. " Mereka senang dengan pelayanan kantor, dan ini saya rasakan sebagai karunia Allah. Di tengah-tengah banjir, kami masih bisa melayani masyarakat dengan baik," kata Asep.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya