Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Pexels)
Dream - Banyak peristiwa penting dan bersejarah terjadi selama bulan Ramadan. Peristiwa ini terjadi di masa Nabi Muhammad SAW dan menjadikan Ramadan sebagai salah satu bulan yang dimuliakan bagi Umat Muslim.
Pada bulan Ramadan, segala perbuatan baik akan dilipatgandakan pahalanya. Bulan ini juga menjadi bulan penuh rahmat dan pengampunan bagi hamba-Nya yang bertaubat. Selain itu, ada pula malam Lailatul Qadar yang banyak dinantikan.
Alquran pertama kali diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW pada bulan Ramadan. Selain itu ada pula peristiwa penting lain yang terjadi di bulan Ramadan.
Apa saja peristiwa bersejarah tersebut? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Peristiwa pertama adalah diturunkannya Alquran kepada Nabi Muhammad SAW pada 17 Ramadan. Tepatnya 13 tahun sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah.
Ketika Nabi tengah berdiam diri di Gua Hira untuk menjalankan ibadah yang khusyuk, saat itulah Malaikat Jibril datang dan menyuruh Nabi Muhammad SAW untuk membaca. Tetapi Nabi Muhammad SAW kala itu menjawab tidak bisa.
Begitu sampai perintah itu diulang tiga kali, jawaban Nabi Muhammad SAW masih sama. Kemudian, Malaikat Jibril membacakan wahyu pertama, yaitu surat Al-Alaq ayat 1-5.
Peristiwa bersejarah selanjutnya juga terjadi pada 17 Ramadan, atau bertepatan dengan tahun kedua hijriah. Perang Badar merupakan perang yang menandai awal kejayaan kaum muslimin.
Kala itu, Nabi Muhammad SAW hanya datang bersama 313 pasukan untuk menghadapi musuh yang berjumlah 950 pasukan. Namun, tak ada sedikitpun ketakutan dalam diri Nabi dan pasukannya.
Atas izin Allah dan keberanian yang luar biasa, Nabi dan pasukannya berhasil mengalahkan musuh. Dengan kemenangan tersebut Nabi Muhammad SAW kembali ke Madinah dengan sambutan yang sangat indah dan meriah.

Peristiwa besar selanjutnya ini terjadi pada 20 Ramadan tahun 8 hijriah, yaitu peristiwa Fathu Makkah atau Penaklukan Kota Mekkah. Nabi Muhammad SAW berhasil menaklukkan Kota Mekkah dalam suatu perang yang dipicu oleh ingkarnya orang Quraisy terhadap satu perjanjian dari beberapa perjanjian Hudaibiyyah.
Saat itu, Nabi bersama 10 ribu pasukan Muslim sedang dalam keadaan berpuasa. Khalid bin Walid yang diamanahkan menjadi panglima perang diperintahkan agar tidak menyerang sebelum diserang.
Peperangan antara pasukan Nabi dan kafir Quraisy pun tidak bisa dihindarkan lagi. Hingga akhirnya, pasukan muslim berhasil mengalahkan pasukan Quraisy. Mereka menyerah dan semua berhala pun dihancurkan.
Selepas itu, kaum Muslimin mengumandangkan takbir, Rasulullah sholat di Maqam Ibrahim dan meminum air Zam Zam. Pasukan Quraisy yang telah menyerah pun diberikan maaf oelh Rasulullah dan membebaskan mereka.
(Sumber: islam.nu.or.id)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya