6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi (Foto: Dailysignal.com)
Dream - Bagi pasangan suami istri yang sedang menjalani hubungan jarak jauh (Long Distance Marriage/LDM), rasa kangen itu sangatlah wajar. Sesibuk-sibuknya kita, pasti tak akan luput dari rasa rindu terhadap pasangan.
Meskipun kini sudah banyak teknologi yang bisa mempermudah komunikasi jarak jauh. Namun tetap saja tidak bisa menggantikan interaksi di dunia nyata.
Bagi sang istri sendiri, suami adalah sosok yang istimewa. Dia adalah imam, teman, kakak, rekan seperjuangan dan semuanya. Semandiri-mandirinya istri, ada kalanya hatinya lemah dan merasa ada yang kurang ketika sang suami tidak ada di sisi.
Lantas, apa yang sebaiknya dilakukan seorang istri jika menghadapi situasi seperti ini? Bagaimana cara mengubah rasa kangen dengan suami yang sedang jauh, menjadi sesuatu yang bermanfaat? Simak ulasan berikut ini.
© Dream
Mendoakan suami tentu sebaiknya dilakukan setiap saat, tidak hanya saat rasa kangen datang. Hanya saja, saat perasaan kangen memuncak, energi kita akan full.
Dan ibarat orang berkendara bensinnya sedang penuh, maka bisa cepat sampai tujuan. Doakan suami agar dilancarkan pekerjaannya dan diselamatkan dari segala marabahaya.
© Dream
Saat kangen berujung 'melow' melanda, cepat-cepat sadari bahwa kita bukan satu-satunya istri yang sedang jauh dari suami. Di luar sana masih ada banyak istri yang menunggu suaminya pulang dari medan perang, menunggu suaminya berlayar, atau aktivitas yang lebih berat lainnya. Dengan berpikir seperti itu, kita akan jadi lebih tegar.
Penjelasan selengkapnya baca di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
